Bertandang ke Olimpico, Kamis (11/12/2014) dinihari WIB, City menjalani babak pertama dengan kurang menyenangkan. Cuma dua peluang tepat sasaran diciptakan sementara Roma punya empat.
Bahkan tuan rumah terus mendominasi di babak kedua, hingga mengakhiri laga dengan posisi unggul penguasaan bola 53%-47%. Secara peluang keseluruhan, Giallorossi punya tujuh tembakan on target yang cuma dibalas empat oleh City. Tapi anak-anak Manchester berhasil memanfaatkan dua di antaranya jadi gol sementara Roma tak mampu. The Citizens memastikan kemenangan 2-0 dan lolos dari Grup E sebagai runner-up.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa performa tim menakjubkan. Karena Yaya Toure dan Kun Aguero tidak di sini, penting bagi kami untuk menunjukkan diri sebagai sebuah tim dan kami melakukannya," kata Nasri di situs resmi UEFA.
"Manajer meminta kami untuk bermain sabar. Kami menang atas Bayern Munich juga di menit-menit akhir jadi kami tahu kami harus sabar dan kami mewujudkannya," tambahnya.
Nasri menjadi sosok penting di laga ini. Golnya di menit ke-60 membuat posisi City di atas angin karena Roma perlu mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan. Pada prosesnya City menggandakan skor lewat Pablo Zabaleta di menit ke-86, buah dari pendekatan yang lebih menyerang dari tuan rumah.
Gol Nasri tersebut merupakan yang pertama dari si pemain sepanjang musim ini. Gelandang 27 tahun itu tak ragu menyebut gol itu sebagai penanda bahwa dia telah kembali ke level terbaik setelah sempat absen cukup lama karena operasi tendon achilles.
"Penting bagi saya untuk mencetak gol karena setelah operasi saya butuh waktu untuk mencapai level terbaik, sekarang saya sudah di sana," tandasnya.
(raw/mfi)










































