Berstatus runner-up di fase grup, Juve memang punya potensi berjumpa tim-tim favorit juara seperti Bayern Munich, Real Madrid, atau Barcelona. Namun, undian yang dilakukan di Nyon, Senin (15/12/2014), mempertemukan mereka dengan Dortmund.
Duel Juve vs Dortmund di babak 16 besar ini adalah ulangan partai final musim 1996/1997. Saat itu, Dortmund keluar sebagai juara dengan skor akhir 3-1.
Direktur Juve, Pavel Nedved, lega timnya terhindar dari Bayern dan Madrid. Menurutnya, kalau Juve sampai bertemu tim-tim itu saat ini, peluang untuk lolos ke babak selanjutnya amat tipis.
"Hasil undiannya bisa lebih buruk karena masih ada Bayern dan Madrid ketika nama Borussia muncul," ucap Nedved kepada UEFA.com.
"Ada beberapa tim yang nyaris mustahil untuk ditandingi. Jadi, kami senang bertemu tim yang membuat kami masih punya peluang," lanjutnya.
"Kami harus sangat berhati-hati karena Dortmund memiliki pemain-pemain muda dan berbakat. Ini akan menjadi duel yang sangat berimbang," kata Nedved.
Leg pertama akan digelar di Turin, 24 Februari 2015 mendatang. Juve akan gantian berkunjung ke kandang Dortmund pada 18 Maret.
"Saya adalah penggemar berat (pelatih Dortmund Juergen) Klopp dan saya penasaran melihat level kami di Eropa. Dua pertandingan melawan Dortmund akan memberi kami indikasi yang jelas soal itu," tutur Nedved.
(mfi/mrp)











































