Juventus punya keuntungan menghadapi Borussia Dortmund yang tengah diselimuti atmosfer tak menyenangkan akibat performa negatif di Liga Jerman. Tapi kiper Bianconeri, Gianluigi Buffon, mengabaikan faktor ini.
Juve akan berhadapan dengan Dortmund di babak 16 besar Liga Champions. 'Si Nyonya Besar' lebih dahulu akan bertindak sebagai tuan rumah pada 24 Februari 2015 mendatang, sementara Die Borussen akan gantian menjamu pada 18 Maret.
Hasil undian ini disambut positif oleh Juve. Mengingat mereka finis sebagai runner up grup, lawan-lawan yang lebih berat bisa saja harus dihadapi. Sebut saja Bayern Munich, Real Madrid, Chelsea, atau Barcelona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Performa ini jelas jadi sebuah gangguan untuk Dortmund. Selain fokus melaju sejauh mungkin di Liga Champions, mereka juga harus berkonsentrasi membenahi penampilan di liga. Dengan kata lain, Juve turut diuntungkan dengan situasi ini.
Namun terlepas dari itu, Buffon sadar betul ada yang berbeda dari Dortmund saat di liga dengan di Liga Champions. Oleh karenanya, kiper 36 tahun ini memilih bersikap waspada.
"Di Liga Champions tim-tim bertransformasi dan tampil lebih baik di liga, mungkin karena stimulus tambahan yang diberikan kompetisi ini untuk Anda sebagai pemain," katanya kepada Sky dikutip Football Italia.
"Kami akan bermain di stadion fantastis, dan untuk mencapai Berlin (final), kami bakal perlu mendatangi Dortmund sebagaimana yang terjadi di masa lampau," demikian dia.
(raw/krs)










































