Kadang keinginan memang tidak sejalan dengan kenyataan yang didapat di kemudian hari. Berangan-angan bertemu Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions, pada akhirnya Shakhtar Donetsk malah bertemu Bayern Munich.
Baik Madrid maupun Bayern jelas bukan tim sembarangan. Catatan mereka di Liga Champions dalam dua musim terakhir sudah berbicara dengan sendirinya. Bayern sukses menjadi juara pada 2013, sementara Madrid menjadi juara pada 2014.
Kendati demikian, catatan itu tidak membuat gelandang Shakhtar, Taras Stepanenko, gentar. Gelandang berusia 25 tahun itu sebelumnya berharap timnya bertemu dengan Madrid. Namun, undian yang dihelat di Nyon, Senin (15/12/2014), malah mempertemukan Shakhtar dengan Bayern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stepanenko tidak menyebut alasan khusus mengapa dia menginginkan Madrid sebagai lawan. Yang jelas, menurutnya, laga melawan tim besar memberikan tantangan yang amat menggiurkan.
"Well, Bayern adalah tim terkuat di Eropa saat ini dengan pemain-pemain hebat di dalamnya. Sejauh ini, sulit untuk menghadapi tim-tim asal Jerman."
"Musim lalu, kami tampil bagus melawan Dortmund di kandang, tapi hanya mendapatkan hasil imbang. Di kandang mereka, kami kalah."
"Tentu saja merupakan sebuah kehormatan tersendiri bisa melawan tim berkualitas seperti mereka, juga amat sangat mengasyikkan," kata Stepanenko.
Shakhtar lolos sebagai runner-up Grup H --di bawah FC Porto. Dari enam laga di grup, mereka menang dua kali, imbang tiga kali, dan kalah satu kali.
Shakhtar melangkahi Athletic Bilbao dan BATE Borisov yang harus puas finis di urutan ketiga dan keempat.
(roz/krs)











































