Dari hasil pengundian babak 16 besar awal pekan ini, Shakhtar yang lolos sebagai runner-up Grup H harus bertemu favorit juara, Bayern, dengan mereka menjamu lebih dulu pada 18 Februari sebelum tiga pekan selanjutnya tandang ke Munich.
Jelas Bayern bukan lawan yang ingin dihadapi oleh Shakhtar, meski secara matematis klub Ukraina itu memang besar peluangnya bertemu lawan-lawan kuat lain macam Real Madrid, Barcelona, atau Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurut Lucescu melihat kondisi tim saat ini jelas Shakhtar akan kesulitan meladeni Bayern. Salah satu nilai minusnya adalah harus bermain di Arena Lviv, yang terlak 700 mil dari kandang mereka Donbass Arena Stadium. Ini dikarenakan kondisi politik yang memanas di bagian timur Ukraina.
"Saya tidak ingin bertemu Real Madrid di fase gugur Liga Champions, karena mereka adalah juara bertahan. Saya juga tidak ingin bertemu Barcelona, karena kami sudah melawan mereka berkali-kali, dan saya juga tidak mau bertemu Bayern," ujar Lucescu seperti dilansir Soccerway.
"Saat ini Shakhtar dalam kondisi yang sulit: tidak bermain di kandang sendiri, tanpa dukungan fan, bermain terus di luar kandang," lanjut pelatih asal Rumania itu.
"Bayern adalah salah satu tim terkuat Eropa, yang punya dukungan luar biasa dan stadion yang megah."
"Saya ulangi: Saya tidak ingin bertemu mereka di fase ini. Wajar Bayern adalah favorit di laga ini. Tapi apapun bisa terjadi dalam sepakbola."
(mrp/cas)











































