Terkait Insiden Penalti, Gerrard Kritik Balotelli

Terkait Insiden Penalti, Gerrard Kritik Balotelli

- Sepakbola
Jumat, 20 Feb 2015 08:54 WIB
Terkait Insiden Penalti, Gerrard Kritik Balotelli
REUTERS/Andrew Yates
Liverpool -

Berbeda dengan sang manajer, Brendan Rodgers, yang tak mau mengomentari insiden penalti di laga kontra Besiktas, Steven Gerrard justru mengkritik tindakan Mario Balotelli yang merebut jatah penalti Jordan Henderson.

Liverpool harus susah payah mengalahkan Besiktas dengan skor 1-0 di leg pertama babak 32 besar Liga Europa, Jumat (20/2/2015) dinihari WIB, lewat gol penalti Balotelli lima menit jelang laga usai.

Sayang kepahlawanan Balotelli itu sedikit ternoda dengan cerita tak enak kala dia harus berebut mengambil tendangan penalti dengan Henderson. Meski demikian usai bikin gol Balotelli lantas menghampiri Henderson dan memeluknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rodgers sendiri tak mau membahas soal insiden tersebut karena yang terpenting baginya The Reds bisa menang.

Tapi tidak dengan Gerrard, yang menonton langsung laga tersebut dari VIP room, berkenaan dengan tugasnya sebagai komentator untuk salah satu stasiun televisi Inggris. Gerrard sendiri tengah absen beberapa pekan karena cedera hamstring.

Menurut Gerrard, Balotelli tak seharusnya melakukan hal itu karena siapa yang jadi eksekutor penalti sudah ditentukan sebelum pertandingan.

"Jordan seharusnya mengambil penalti itu. Peraturan tetap peraturan. Itu harusnya jadi jatah Henderson. Mario agak bandel di situ," ujar Gerrard seperti dikutip BBC.

"Tapi kredit untuk Mario karena dia berhasil bikin gol, tapi tidak mengenakkan tentunya melihat pesepakbola berdebat. Saya pikir Jordan sudah menangani situasi itu dengan sangat baik. Dia tahu bahwa Mario sangat ingin bikin gol. Jordan sudah melakukan hal yang tepat dan menjawab wawancara dengan sangat baik," sambungnya.

"Jordan adalah kapten dan Mario tidak menghormati Jordan, tapi dia mencetak gol yang sangat penting. Saya pikir ada enam atau tujuh pemain yang ingin mengambil penalti itu, jadi jika mereka semua ingin mengambil, apa yang terjadi? Tentu ada alasannya ketika aturan itu dibuat."

(mrp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads