Monaco menjadi tempat Wenger membangun kariernya sebagai pelatih. Dia menangani Les Rouges et Blancs pada periode 1987-1994 dan mempersembahkan dua gelar, yakni Ligue 1 musim 1987/1988 dan Piala Prancis musim 1990/1991.
Setelah sebentar bekerja di Nagoya Grampus Eight, Wenger dipercaya menduduki kursi manajer Arsenal pada 1996. Sejak saat itulah, nama Wenger melejit sebagai salah satu manajer paling top di dunia sepakbola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah undian saya berkata pada diri saya sendiri: 'Aneh'," ucap Wenger seperti dikutip Mirror.
"Tapi, saya juga berkata pada diri saya sendiri bahwa hidup saya dibangun di sana, di antara dua klub tersebut," tambahnya.
Wenger menegaskan dirinya akan tetap bersikap profesional kendati Monaco punya peran dalam membesarkan namanya dulu.
"Nostalgia saat dulu saya masih muda akan bertemu dengan diri saya yang sekarang. Tapi, ini adalah pertandingan dengan konsekuensi yang besar. Sisi profesional saya akan lebih penting dari semua hal lain," kata dia.
(mfi/fem)











































