Empat tahun terakhir langkah Arenal di Liga Champions selalu mentok di babak 16 besar. Berbekal pengalaman, musim ini The Gunners diyakini Arsene Wenger bisa melangkah lebih jauh.
Dalam dua musim terakhir Arsenal bernasib kurang beruntung saat digelar drawing babak 16 besar karena terus bertemu dengan penguasa Jerman, Bayern Munich. Di 2013/2014 The Gunners tunduk dengan agregat 3-1 (2-0 dan 1-1), sementara pada 2012/2013 Arenal terdepak karena kalah agresivitas kandang dalam pertemuan yang tuntas dengan agregat 3-3 (3-1 dan 0-2).
Di musim sebelumnya (2011/2012) AC Milan yang mendepak Arsenal dari Liga Champions dengan agregat (4-3). Rossoneri menang 4-0 di San Siro, sementara saat main di Etihad Stadium The Gunners cuma bisa unggul 3-0. Sementara pada 2010/2011 Arsenal menyerah 3-4 (2-1 dan 1-3) atas Barcelona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Empat tahun terakhir kami selalu terdepak dengan rasa frustrasi. Tiga kali kami kemasukan gol di 30 menit pertama saat main di kandang dan gol-gol itu menyingkirkan kami. Dua kali kami dikalahkan oleh tim yang jadi juara dan semua hanya dengan perbedaan selisih gol atau satu gol saja," sahut Wenger.
"Kami sudah bermain di Liga Champions selama 17 musim secara beruntun dan itu artinya kami belum belajar - (bahwa) kata mudah adalah sesuatu yang harus Anda hindari di Liga Champions," lanjutnya di Skysports.
Arsenal dan Wenger punya kesempatan lebih besar untuk lolos dari babak 16 besar musim ini karena mereka dapat lawan yang dianggap lebih lemah yakni AS Monaco. Meski menjadi juara Grup C, Monaco cuma mencetak empat gol dan mengumpulkan 11 poin hasil tiga kemenangan, dua kali imbang dan sekali kalah.
"Setiap kali kami berada di sana, itu selalu jadi laga yang harus dimenangkan dengan sulit. Perbedaannya selalu satu gol - Anda menyerang dengan keunggulan satu gol bertahan dengan keunggulan satu gol dan itu berarti Anda harus bekerja keras," tuntas dia.
(din/raw)











































