Feyenoord menjamu Roma pada laga leg kedua babak 32 besar Liga Europa di De Kuip, Jumat (27/2/2015) dinihari WIB. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 di Olimpico pada leg pertama.
Roma pada akhirnya menang 2-1 di pertandingan ini lewat gol-gol dari Adem Ljajic dan Gervinho. Sementara satu gol balasan tuan rumah diciptakan Elvis Manu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat berjalan kembali, laga lagi-lagi harus dihentikan setelah suporter tuan rumah melemparkan berbagai benda termasuk korek api ke dalam lapangan. Insiden ini dipicu kartu merah yang dikeluarkan wasit kepada Mitchell Vrede di menit ke-54.
Kejadian ini amat disesalkan Rutten. Dia menyebut suporter justru mengganggu tim dengan tindakan-tindakan tersebut.
"Saya belum pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya. Ini adalah laga yang aneh," kata Rutten dikutip Football Italia.
"Penghentian laga tidak membantu klub. Itu malah menyakiti Feyenoord. Sayang sekali itu terjadi dan saya mendukung keputusan untuk menghentikan pertandingan," tambahnya.
Meski menyesalkan aksi suporternya, Rutten menyangkal kalau mereka bertindak rasialis dengan melemparkan balon pisang. Balon tersebut tampaknya diarahkan kepada Gervinho yang sedang berada di dekat tepi lapangan. Kabarnya, Feyenoord sendiri memang cukup sering membawa balon pisang semacam ini ke pertandingan.
"Kami punya pemain dari berbagai negara di dalam skuat. Orang-orang terlalu membesarkan hal ini," sahut Rutten.
Tak cuma kecewa dengan suporter, Rutten juga mengaku tak puas dengan kepemimpinan wasit Clement Turpin yang mengusir Vrede. Kartu merah ini disebutnya jadi titik balik laga.
"Wasit punya dampak besar dalam laga ini. Dia membuat sejumlah keputusan yang dipertanyakan. Kami sebenarnya berharap bisa mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0, tapi kemudian Roma mencetak gol di perpanjangan waktu," ungkapnya menyinggung gol Ljajic.
(raw/mrp)











































