Kekalahan dari Schalke 04 dinihari tadi seperti kian menegaskan ada yang salah di Real Madrid saat ini. Jika boleh ditelusuri penyebab menurunnya performa 'Si Putih', rapuhnya pertahanan bisa jadi alasan.
Di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (11/3/2015) dinihari WIB, Madrid menelan kekalahan 3-4 dari Schalke. Hasil itu nyaris saja menghentikan langkah Madrid di kompetisi ini andaikan lawannya menambah satu gol lagi. Madrid akhirnya lolos dengan unggul agregat 5-4.
Bagi Madrid kebobolan empat gol di laga kandang kompetisi Eropa jelas merupakan aib, karena mereka hal itu sangat jarang terjadi. Sebelumnya Los Blancos sempat kebobolan sebanyak itu saat kalah 2-4 dari Bayern Munich di tahun 2000!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat gol yang bersarang di gawang Iker Casillas itu pun kian mempertegas bahwa Madrid tengah bermasalah. Tak cuma di lini depan, tapi juga di lini belakang yang boleh dikatakan masalahnya lebih akut.
Tengok saja bahwa sejak pergantian tahun ini, gawang Casillas atau Keylor Navas sudah kebobolan 19 gol dalam 15 pertandingan di seluruh kompetisi atau rata-rata 1,27 gol per laga. Madrid pun hanya lima kali mencatatkan clean sheet serta sudah dua kali kebobolan empat gol di tahun ini, setelah dikalahkan 0-4 oleh Atletico Madrid Februari lalu.
Bandingkan kala mereka mencatatkan 22 kemenangan beruntun hingga medio Desember lalu di mana pertahanan Madrid hanya membiarkan 10 gol bersarang di gawang dengan rataan 0,45 per laga plus 13 clean sheet.
"Kami memang bertahan dengan sangat buruk," ujar gelandang Madrid, Toni Kroos, seperti dikutip situs resmi UEFA.
Mau tak mau Carlo Ancelotti selaku pelatih harus bisa segera menemukan formula untuk memperbaiki pertahanan Madrid, jika tak ingin satu per satu trofi melayang dari tangan mereka di akhir musim ini.
(mrp/din)
