Schalke melawat ke markas Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions dalam keadaan agregat tertinggal 0-2. Maka dari itu, Schalke tak punya pilihan lain selain menang di pertandingan leg kedua.
Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Rabu (11/3/2015) dinihari WIB, Schalke mampu mencetak empat gol. Tapi mereka pada akhirnya tetap tersingkir karena Madrid mampu bikin tiga gol. Schalke kalah 4-5 secara agregat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tembakan voli Huntelaar yang mengenai mistar gawang terjadi di babak pertama, sesaat sebelum dia mencetak gol pertamanya. Kalau tembakan itu berbuah gol, mungkin cerita The Royal Blues akan berakhir berbeda.
Menang tapi tersingkir, perasaan Huntelaar pun campur aduk. Apalagi Schalke cuma butuh satu gol lagi untuk menyingkirkan sang juara bertahan dan lolos ke perempatfinal.
"Penampilan yang hebat dari tim. Kami senang dengan permainan yang dan hasil bagus ini. Sedikit kecewa karena kami bisa saja meraih hasil lebih baik," sahut Huntelaar kepada situs resmi UEFA.
"Kami fokus menekan mereka, mencoba mencetak gol pertama dan itu terjadi. Kemudian kami tahu kami hanya butuh satu gol lagi untuk lolos. Tentu kami tahu Madrid punya pemain berkualitas jadi mereka juga mencetak gol, sehingga kami harus mencetak tiga gol."
"Kami punya sejumlah peluang di akhir pertandingan. Anda lihat mereka sedikit merasa tidak aman. Kami mencoba untuk mengambil keuntungan dari itu. Tapi kami sedikit kecewa karena pada akhirnya itu tidak terjadi," sesalnya.
(nds/din)











































