Kekalahan 1-3 Arsenal dari Monaco di Emirates Stadium pada 25 Februari lalu boleh dibilang karena andil performa buruk Giroud di depan gawang lawan. Pemain Prancis itu punya total 12 shot atau nyaris setengah dari total 26 tembakan milik Arsenal.
Tapi tak satupun peluang Giroud yang mengarah tepat ke gawang hingga akhirnya dia digantikan Theo Walcott di menit ke-60. Keluarnya dia dari lapangan pun diiringi siulan serta cemooh dari publik tuan rumah yang jelas kecewa dengan penampilan Giroud.
Namun setelah laga kontra Monaco itu, Giroud tetap dipercaya oleh Arsene Wenger di empat laga terakhirnya di mana pemain 28 tahun itu membuat tiga gol. Kepercayaan Wenger itu pun dibalas tuntas oleh Giroud yang tentu ingin membayar kekecewaan fans di laga kontra Monaco lalu.
Tapi tugas Giroud belum tuntas karena dia harus membayar lunas performa buruknya saat Arsenal menyambangi kandang Monaco di Stade Louis II, Rabu (18/3) dinihari WIB besok. Arsenal sendiri harus menang minimal selisih tiga gol.
"Saya dapat mengatasi tekanan besar di lapangan. Tapi ketika saya tampil buruk di sebuah pertandingan, jika saya bisa bilang seperti itu, Anda tahu bahwa saya akan selalu bangkit secepatnya," ujar Giroud di Soccerway.
"Jika pikiran Anda diliputi keraguan, maka akan lebih sulit untuk mengatasi. Akan ada momen-momen sulit seperti itu karena kami melakukan pekerjaan yang sulit," lanjutnya.
"Anda harus bisa bertanya pada diri Anda setiap pekannya dan mencoba bangkit. Dengan mentalitas yang saya miliki, saya selalu menjawab lewat performa di atas lapangan."
"Sepakbola adalah olahraga di mana Anda harus punya mental kuat karena Anda kadang menemui beberapa kesulitan. Seperti hidup saja. Bahkan ketika Anda bermain baik dan mencetak banyak gol, jika saja sekali Anda tampil buruk, segalanya akan dilupakan. Anda harus menerima konsekuensinya dan selalu waspada," papar pemain asal Prancis itu.
"Jangan percaya omongan orang yang terlalu banyak omong soal sepakbola. Saya tidak pernah membaca media. Saya tahu kapan kapan tampil baik atau buruk. Saya tahu bagaimana caranya untuk bangkit," demikian dia.
(mrp/krs)











































