sepakbola

Jika City Tak Bisa Balas Barca, Everton Jadi Harapan Terakhir Inggris

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Jika City Tak Bisa Balas Barca, Everton Jadi Harapan Terakhir Inggris


- detikSepakbola

Reuters / Alex Morton
Reuters / Alex Morton
Jakarta - Jika ini juga soal negara, maka Inggris yang punya kompetisi paling gemerlap di dunia akan mengalami kesialan. Sebab, tim-tim mereka hampir semuanya sudah tumbang di Eropa.

Arsenal adalah tim Inggris terakhir yang tersingkir di kancah Liga Champions. Tadi malam (17/3) mereka didepak AS Monaco di babak 16 besar, dengan kekalahan gol tandang dalam skor agregat 3-3.

The Gunners menyusul Chelsea yang sehari sebelumnya juga out di babak 16 besar, setelah dihentikan Paris St Germain. Jauh sebelumnya lagi, Liverpool bahkan tidak mampu lolos dari fase grup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu tim Inggris yang masih akan bermain di Liga Champions adalah Manchester City. Mereka akan berduel melawan Barcelona tengah malam nanti (18/3). Hanya saja, City dalam posisi tidak bagus karena datang ke Camp Nou dengan "tabungan" kekalahan 1-2 di leg pertama.

Sebagian besar bursa taruhan lebih menjagokan Barca untuk melangkah ke babak perempatfinal. Namun, selama bola masih bundar, tentu saja City masih punya peluang.

Akan tetapi, apabila City gagal mewujudkan misi besarnya itu, maka harapan Inggris di Eropa tinggal tersemat pada Everton, yang akan memainkan laga keduanya di babak 16 besar Europa League melawan Dynamo Kiev, pada Kamis besok.

"Bagusnya", Everton punya modal lumayan karena menang 2-1 di kandang sendiri di leg pertama. Ironisnya, di Premier League Everton sedang terpuruk. Hingga pekan ke-29 tim asuhan Roberto Martinez itu masih berkutat di posisi ke-14.

The Toffees adalah satu-satunya wakil Inggris yang masih bertahan di Liga Europa musim ini. Hull City kandas di fase playoff, sedangkan Tottenham Hotspur terhenti di babak 32 besar. Begitu pula Liverpool. Pindah dari Liga Champions mereka langsung mengikuti babak 32 besar di Europa League, tapi didepak Besiktas lewat adu penalti.

Setiap lima tahun UEFA akan menghitung koefisiensi liga-liga di Eropa, yang didasari pada performa klub-klubnya di kompetisi Eropa. Koefisiensi tersebut akan mempengaruhi apakah sebuah negara bisa ditambah atau dikurangi wakilnya di Liga Champions maupun Liga Europa.


(a2s/roz)











Hide Ads