Monaco jadi salah satu tim kejutan dari delapan peserta yang tersisa. Dianggap sebagai salah satu kekuatan terlemah, Dimitar Berbatov dkk. justru tampil sebagai juara grup lalu sebelum menyingkirkan Arsenal di babak 16 Besar.
Pertemuan Juve dengan Monaco itu akan menjadi yang pertama kalinya dalam 17 tahun. Terakhir kali, kedua tim berjumpa di semifinal musim 1997-98 yang berujung kemenangan Juve dengan agregat 6-4 setelah di leg pertama menang meyakinkan 4-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Monaco sudah mencapai babak ini maka mereka ada di sini untuk suatu alasan," kata Evra kepada Sky. "Menghadapi mereka seperti bermain melawan Bayern Munich atau Barcelona. Melihat sejarah, kami memulai sebagai tim favorit, tapi kami harus mulai dari 0-0."
"Pertandingan melawan Monaco akan sulit, aku tahu bagaimana cara kerjanya. Ketika aku masih di sana, kami bermain melawan Real Madrid dan Chelsea. Dengan Real, kami berhasil lolos setelah kalah 2-4 di leg pertama dan menang 3-2 di leg kedua," sambung pesepakbola berdarah Senegal itu.
"Aku akan bermain seperti aku berada di tim yang lebih kecil. Lebih berkorban, memberikan segalanya," cetus Evra di Football Italia.
(rin/mfi)











































