Dengan banyak pemain asal Amerika Selatan merumput di Eropa, sebenarnya hampir di setiap pertandingan Liga Champions ada saja pesepakbola asal Argentina, Brasil, Uruguay, Paraguay, Chile, Kolombia atau bahkan Ekuador berduel di satu lapangan. Tapi pertemuan PSG dan Barca malam nanti bisa dianggap spesial.
Sebabnya tentu saja kemunculan banyak pemain top Amerika Selatan dalam pertandingan tersebut. Daru Uruguay misalnya, publik negara tersebut akan menyaksikan dua penyerang terbaiknya beradu ketajaman. Luis Suarez dan Edinson Cavani akan mengusung benderanya sendiri-sendiri kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah tim nasional Brasil yang jadi penyumbang pemain latin terbanyak dalam laga ini. Suporter tim Samba akan melihat bagaimana Neymar akan menembus barisan belakang PSG yang dikawal trio rekan senegaranya: Thaigo Silva, Marquinhos dan Maxwell. Seharusnya ada David Luiz di pertahanan PSG, tapi Laurent Blanc tak bisa memainkannya karena tengah cedera.
Brasil juga punya Thiago Motta di lapangan tengah PSG, dan terakhir ada Lucas Moura yang akan menyayat di sisi lapangan.
Soal ketajaman, pasukan latin Barca jauh lebih baik di mana Suarez, Neymar dan Messi sudah membuat 15 gol di Liga Champions musim ini dan total 88 di semua kompetisi. Messi jadi yang paling subur dengan 45 gol (8 di Eropa, 34 di La Liga dan 4 di Copa del Rey).
Sementara dari pihak PSG, absennya Zlatan Ibrahimovic jadi kehilangan besar. Di antara Lavezzi, Cavani dan Pastore, cuma si striker Uruguay yang sudah bikin gol di Liga Champions musim ini. Dari delapan pertandingan Cavani bikin enam gol. Demikiam dikutip dari Marca.
(din/fem)











































