Bayern takluk 1-3 kala bertandang ke Estadio Do Dragao, Kamis (16/4/2015) dinihari WIB. Ricardo Quaresma dua kali membobol gawang Manuel Neuer disusul oleh Jackson Martinez, sedang satu gol balasan dicetak oleh Thiago Alcantara.
Lini pertahanan Bayern jadi sorotan tajam di laga ini mengingat seluruh gol Porto berbuah dari kesalahan. Pada gol pertama, Xabi Alonso kehilangan penguasaan di daerahnya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Giliran Dante yang melakukan kesalahan di gol kedua Porto. Kontrol bola yang kurang baik membuat Quaresma berhasil merebut penguasaan dan kemudian menaklukkan Neuer dalam situasi satu lawan satu.
Sementara pada gol terakhir Porto, adalah Jerome Boateng yang 'berperan'. Kegagalannya mengantisipasi bola jauh umpan Alex Sandro, membuat Martinez berdiri bebas menghadapi Neuer. Martinez kemudian melewati kiper Bayern itu dan menceploskan bola ke gawang.
Kapten Bayern Philipp Lahm menilai kesalahan-kesalahan tersebut, utamanya pada dua gol pertama Porto, merupakan risiko dari gaya bermain Bayern yang selalu membangun serangan dari belakang. Satu kesalahan kecil membuat dampak fatal tak terelakkan. Bagaimanapun Lahm menegaskan masih ada kesempatan di leg kedua yang berlangsung di Allianz Arena pekan depan.
"Kami selalu ingin membangun serangan dari lini belakang dan gaya ini bisa berbahaya. Kami tidak membuat pembelaan apapun meski demikian," katanya di situs resmi UEFA.
"Kesalahan-kesalahan terjadi. Kami menjalani start terburuk yang memungkinkan untuk terjadi. Kami sempat tampak bagus ketika membalas satu gol, tapi kemudian Porto membuat kedudukan 3-1."
"Itu benar-benar menyakitkan untuk kami. Namun demikian, masih ada segala yang tersisa untuk dimainkan di leg kedua," imbuhnya.
(raw/nds)











































