Wolfsburg harus menelan hasil pahit kala menjamu Napoli di Volkswagen Arena, Jumat (17/4/2015) dinihari WIB tadi. Gawan Diego Benaglio empat kali kebobolan, masing-masing oleh Gonzalo Higuain, Marek Hamsik (2 gol), dan Manolo Gabbiadini.
Sementara gol Nicklas Bendtner di akhir-akhir laga jadi satu-satunya gol yang bisa dibuat Wolfsburg di laga tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua tim sama-sama melepaskan 11 percobaan, tapi Wolfsburg hanya mampu mencatatkan empat di antaranya yang tepat sasaran. Sedangkan Napoli punya tujuh tendangan yang mengarah langsung ke gawang.
"Saya ingin memuji Napoli, karena mereka menampilkan performa terbaik dalam beberapa bulan terakhir ini meski juga dengan bantuan kami. Permulaannya tidak terlalu negatif, tapi setelah kebobolan kami kekurangan ide dalam taktik," kata Hecking dikutip Football Italia.
"Demi bisa bangkit seperti yang kami lakukan terhadap Inter (Milan), kami membiarkan diri kami terbuka di lini belakang. Tapi Napoli ada di level lain dibandingkan Inter."
"Napoli memenangi banyak duel individu di berbagai penjuru lapangan. Kami kerap mencoba melepaskan bola-bola cerdik daripada sekadar maju untuk memberikan tekanan."
"Kami harus mengakui bahwa Napoli superior malam ini. Kami tidak banyak kalah musim ini, tapi seringkali kekalahan bisa bagus untuk proses pertumbuhan tim," tambahnya.
Kekalahan ini bisa dibilang mengejutkan mengingat Wolfsburg sebenarnya sedang dalam laju yang bagus. Mereka sebelumnya hanya kalah satu kali dari 23 pertandingan kompetitif terakhir atau sejak akhir November lalu. Satu-satunya kekalahan itupun dipetik dengan skor tipis 1-0.
Dalam periode tersebut, Benaglio dkk. bahkan hanya lima kali memetik hasil imbang. Artinya mereka sukses memenangi 17 laga lainnya. Melihat laju tersebut, tak mengherankan jika Wolfsburg bertengger di posisi dua klasemen Bundesliga.
Kini langkah Wolfsburg untuk ke semifinal jelas sangat berat. Mereka harus menang minimal 4-0 saat bertandang ke San Paolo pekan depan.
"Akan jadi sebuah keajaiban yang bersejarah jika bisa membalikkan situasi ini di leg kedua. Tapi kami setidaknya harus menampilkan performa yang sangat berbeda di San Paolo," demikian Hecking.
(raw/mrp)











































