Kekalahan 1-3 pada leg pertama di markas Porto, plus cederanya sejumlah pemain pilar, sempat membuat peluang Bayern lolos ke babak empat besar dipertanyakan.
Akan tetapi, hal itu dijawab Die Roten lewat penampilan cemerlang pada leg kedua di Allianz Arena, Rabu (22/4/2015) dinihari WIB, yang membuahkan kemenangan 6-1 atas Porto. Bayern maju ke semifinal dengan agregat 7-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Jupp Heynckes, yang menangani Bayern 2011-203, kredit atas raihan tersebut juga patut diberikan pada Pep Guardiola yang sedang menjalani musim kedua sebagai peracik taktik Bayern.
Yang luar biasa, polesan Guardiola bahkan seperti jadi jaminan mutu buat kiprah timnya di Liga Champions. Sejak mulai melatih kesebelasan senior pada musim 2008-09 di Barcelona, ia senantiasa berhasil membawa timnya minimal sampai semifinal setiap tampil di Liga Champions--tentunya mengecualikan musim 2012-13 ketika ia sedang tidak menangani satu klub pun.
Dari enam kesempatan berkiprah di Liga Champions, Guardiola masih terus menjaga tradisi paling tidak sampai ke babak empat besar. Dalam periode tersebut ia juga dua kali berhasil membawa timnya jadi juara (2008-09 dan 2010-11), keduanya bersama Barca--sebagaimana dicatat Infostrada Live. Kini kubu Bayern tentu berharap Guardiola bisa meneruskan tren positif itu dengan kembali jadi juara musim ini.
(krs/mfi)










































