Pelatih Paris Saint-Germain, Laurent Blanc, menganggap kegagalan timnya di Liga Champions sebagai sebuah proses pembelajaran. Menurut Blanc, Barcelona bisa dijadikan contoh untuk semua tim yang berambisi merebut trofi Liga Champions.
PSG tersisih di babak perempatfinal Liga Champions musim ini. Les Parisiens harus mengakui keunggulan Barca dengan skor agregat 1-5. Setelah kalah 1-3 di kandang sendiri, mereka kembali kalah 0-2 pada pertemuan kedua di Camp Nou, Rabu (22/4/2015) dinihari WIB.
Dengan kegagalan ini, berarti PSG selalu terhenti di babak perempatfinal Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Mereka tak bisa menyamai pencapaian terbaiknya di Liga Champions, yaitu lolos ke semifinal pada musim 1994/1995.
Sejak PSG berdiri pada 1970, prestasi terbaik mereka di Eropa adalah juara Piala Winners pada 1995/1996. Mereka juga memenangi Piala Intertoto pada 2001.
Blanc meminta PSG lebih bersabar untuk bisa menjadi juara di Liga Champions. Menurutnya, klub sebesar Barca saja harus menunggu lama sebelum bisa memenangi trofi Eropa pertamanya.
"Jika Ada mengikuti perkembangan Barcelona, Anda akan tahu harus sesabar apa untuk bisa memenangi Liga Champions," ucap Blanc di situs resmi UEFA.
"Berapa lama mereka meraihnya? Mereka jadi juara (untuk pertama kalinya) pada tahun 1992 ketika berusia hampir 100 tahun," tambahnya.
"Saya tak mengatakan PSG harus menunggu selama itu. Tapi, kami harus bersabar," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(mfi/krs)










































