Sebelum berjumpa Barcelona di semifinal Liga Champions musim ini, Bayern Munich beberapa kali membalikkan keadaan dari posisi tertinggal. Bagaimana kali ini?
Bayern kalah 0-3 pada laga di Camp Nou pekan lalu. Dengan demikian, tim besutan Pep Guardiola itu harus menang setidaknya 4-0 untuk bisa lolos ke laga final. Misi tersebut bukanlah misi mudah mengingat pertahanan Barca belakangan sedang kokoh-kokohnya. Dari delapan pertandingan terakhir, Barca sukses menorehkan 7 clean sheet.
Tapi, Bayern punya beberapa cerita soal membalikkan keadaan. Yang teranyar terjadi di perempatfinal Liga Champions musim ini. Kala menghadapi FC Porto di Do Dragao, Bayern kalah 1-3. Namun, pada pertemuan berikutnya di Allianz Arena, Bayern melumat Porto 6-1 dan lolos ke semifinal dengan agregat 7-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami selalu membidik kemenangan, kalau bisa tanpa kebobolan juga," ujar kapten Bayern, Philipp Lahm, di situs resmi Bundesliga.
UEFA juga mencatat bahwa Bayern pernah kalah 0-3 di leg pertama, lalu menang di leg kedua tetapi gagal lolos ke fase berikutnya. Ini terjadi ketika mereka menghadapi Valencia di Piala UEFA 1996/1997. Ketika itu, Bayern kalah 0-3 di leg pertama dan menang 1-0 di leg kedua --sehingga gagal lolos karena kalah agregat.
"Kami harus menemukan komposisi yang pas antara solid di belakang dan juga mencari kesempatan untuk mencetak gol," kata Lahm.
(roz/krs)











































