Kegagalan Real Madrid melaju ke final Liga Champions menyisakan kritik untuk Gareth Bale. Pemain asal Wales itu dinilai bermain terlalu pasif.
Sebelum laga leg II semifinal Liga Champions melawan Juventus, Bale dinilai eks gelandang Manchester United, Paul Scholes, tampil kurang agresif. Kurang agresifnya Bale membuat Madrid kekurangan daya penetrasi. Inilah, menurut Scholes, salah satu faktor mengapa Madrid kalah 1-2 dari Juventus pada pekan lalu.
Kurang agresifnya Bale terlihat dari jumlah sentuhan bola yang dia hasilkan: cuma 32. Selain itu, tidak sekali pun dia menciptakan peluang pada laga tersebut. Tidak heran jika Scholes meminta Bale tampil lebih pede. Scholes menilai, Bale seharusnya lebih berani melakukan dribel dan melepaskan tembakan --karena di situlah kemampuan terbaiknya terletak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada leg II yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5) dinihari WIB, Bale memang tampil lebih sedikit lebih baik. Dia lebih berani melepaskan tembakan. Tercatat dia mampu melepaskan 7 attempts sepanjang laga, namun hanya 1 yang mengarah tepat sasaran.
Madrid bermain imbang 1-1 dengan Juventus pada laga tersebut. Imbasnya, mereka pun tersingkir setelah kalah agregat 2-3.
Lalu, bagaimana performa Bale pada laga tersebut? Menurut eks bek Liverpool yang kini jadi pundit untuk Sky Sports, Jamie Carragher, performa Bale masih belum cukup baik.
Meski memiliki sejumlah kesempatan, Carragher menilai Bale terlalu kekurangan rasa percaya diri. Ini, kata Carragher, membuatnya tampak pasif.
"Pemain besar melakukan sesuatu yang luar biasa di laga-laga penting, dan malam ini dia membutuhkan hal tersebut. Dia memang tidak membuang sebuah kans yang seharusnya jadi gol, tapi keadaan tidak berjalan sebagaimana mestinya untuk dia," ujar Carragher.
"Tidak diragukan lagi, dia memiliki masalah dengan kepercayaan dirinya."
"(Cristiano) Ronaldo juga tidak tampil terlalu bagus, tapi dia masih berlari ke mana-mana, berusaha untuk membuat sesuatu. Melihat Bale, dia memang cocok disebut pasif."
Carragher menyebut, runtuhnya kepercayaan diri Bale itu bisa jadi disebabkan kritik tak kunjung henti yang diarahkan padanya. Ironisnya, kritik tersebut juga datang dari pendukung sendiri.
Menghadapi masalah tersebut, Carragher menilai bahwa seharusnya Bale bermain lebih arogan dan sedikit egois di atas lapangan.
"Jika dia terus mendapatkan kritik di Real Madrid, mungkin itu bukan karena kemampuannya, tapi karena karakternya. Seharusnya dia bermain lebih arogan dan meminta bola lebih banyak dari rekan-rekannya," kata Carragher.
(roz/cas)











































