Dengan cuma menyisakan laga final, Messi dan Neymar berdiri di pole position sebagai kandidat terkuat untuk memenangi gelar pemain tersubur.
Messi kini berdiri di puncak daftar tersebut setelah membuat 10 gol di 12 pertandingan, di mana dia untuk sementara berbagi tempat dengan Cristiano Ronaldo. Tapi Neymar membidik tepat di belakangnya dengan torehan sembilan gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Messi lebih subur di fase grup dengan total membuat enam gol, termasuk hat-trick yang dia lesakkan ke gawang APOEL. Sementara empat gol sisanya dia buat di babak knock out.
Di sisi lain, Neymar justru makin bertaji di fase gugur setelah membuat enam gol, termasuk tiga ke gawang Bayern Munich dan brace saat berhadapan dengan Paris Saint Germain. Sedangkan di fase grup dia 'cuma' tiga kali menjebol gawang lawan-lawan Barca.
Penantang terdekat untuk duo Barcelona itu adalah Carlos Tevez. Tapi jika tidak ada keajaiban terjadi, rasanya sulit bagi striker Juventus itu untuk menyalip jumlah gol rivalnya itu karena dia sejauh ini baru bikin tujuh gol.
Tevez dan Neymar belum pernah sebelumnya menjadi pemain tersubur Liga Champions. Sementara Messi sudah empat kali meraihnya yakni di tahun 2009, 2010, 2011, dan 2012. Dalam dua tahun terakhir Cristiano Ronaldo adalah pemilik status tersebut.
(din/raw)











































