Melawan Barca di final Liga Champions, Minggu (7/6/2015) dinihari WIB, Juve sempat menggebrak di menit awal sebelum akhirnya kebobolan di menit keempat lewat gol Ivan Rakitic. Praktis setelah gol tersebut performa Juve di babak pertama tak memuaskan dan harus tertinggal 0-1.
Di babak kedua permainan Juve membaik meski Barca masih mendominasi jalannya laga. Harapan untuk bisa menjadi juara muncul ketika Alvaro Morata menyamakan skor di menit ke-55.
Setelah itu Juve mampu merepotkan Barca dan beberapa kali punya kans untuk mengungguli lawannya tersebut. Tapi peluang yang didapat tak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Carlos Tevez, Morata, Claudio Marchisio atau Paul Pogba.
Sampai akhirnya di menit ke-68 petaka datang usai Gianluigi Buffon tak kuasa menghadang tembakan Lionel Messi. Bola muntah sukses dikonversi jadi gol oleh Suarez untuk membawa Barca kembali memimpin 2-1.
Neymar sempat membobol gawang Buffon dua menit kemudian tapi dianulir. Meski pada akhirnya Juve harus takluk dengan skor 1-3 usai Neymar bikin gol di menit ke-96.
"Kami punya musim yang luar biasa, final yang hebat, dan kami kebobolan gol mudah saat sedang punya momentum bagus," tutur Allegri seperti dikutip Football Italia.
"Ada kesempatan untuk menyamakan skor tapi Barcelona punya trio penyerang luar biasa dan Anda harus bisa memanfaatkan peluang yang ada," sambungnya.
"Kami punya masalah untuk menemukan bentuk permainan kami dan arah permainan. Kami punya beberapa kesempatan, termasuk di awal laga, dan bermain baik. Kami harusnya bisa lebih baik dalam beberapa situasi."
"Saat itu kami tengah menekan untuk mencari gol kedua dan membiarkan kami kebobolan dari sebuah serangan balik yang diawali tendangan gawang."
(mrp/raw)











































