Ketika Sevilla Menjungkalkan Barcelona

Jelang Piala Super Eropa

Ketika Sevilla Menjungkalkan Barcelona

Rahman Fauzi - Sepakbola
Selasa, 11 Agu 2015 15:56 WIB
Ketika Sevilla Menjungkalkan Barcelona
Friedemann Vogel/Bongarts/Getty Images
Jakarta -

Sevilla punya kenangan manis saat berjumpa Barcelona di Piala Super Eropa. Mereka pernah menundukkan Blaugrana 3-0 di ajang ini pada edisi 2006. Sebuah kejutan yang coba diulang dini hari nanti.

Status kedua tim ketika itu persis seperti sekarang. Barcelona menjuarai Liga Champions pada tahun tersebut, sementara Sevilla datang dengan gelar perdana Piala UEFA (kini Europa League).

Kondisi saat itu pun mirip dengan saat ini: Barcelona yang masih diperkuat Ronaldinho, Samuel Eto’o, Deco, dan Puyol menjadi unggulan. Sementara Sevilla dipandang sebelah mata karena baru pertama kali tampil di Piala Super Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Frank Rijkaard yang melatih Barcelona saat itu, amat percaya diri mampu meraih kemenangan.

"Benar bahwa saat tim biasa menang, bermain sepak bola bagus, dan bekerja di kondisi baik, menjadi sesuatu yang ingin dilanjutkan. Kami punya ramuan tepat untuk meraih sesuatu yang luar biasa lagi," ungkap Rijkaard sebelum laga di situs UEFA.

Namun apa daya, Sevilla tampil perkasa dan menghempaskan The Catalans tiga gol tanpa balas. Stade Louis II Monaco menjadi saksi kehebatan Sevilla. Kejayaan tim Andalusia langsung dimulai saat pertandingan baru berumur tujuh menit. Gelandang Brasil, Renato menyambut bola muntah hasil sepakan penyerang Luis Fabiano.

Semenit sebelum babak pertama usia, bomber Frederick Kanoute menggandakan keunggulan timnya lewat sundulan indah dengan badan membelakangi gawang. Pada ujung laga, Enzo Maresca melengkapi penderitaan Barcelona lewat sepakan penalti yang dieksekusi sempurna menjadi gol. Pertandingan usai dan Sevilla menguasai Eropa malam itu.

Sevilla arahan Juande Ramos memang memiliki sejumlah pemain hebat yang kini menjadi legenda. Di lini depan ada penyerang Brasil, Luis Fabiano yang mencapai puncak karier bersama Los Rojiblancos. Total dia menyumbang 108 gol selama enam musim bersama Sevilla. Tandemnya di lini depan, Frederic Kanoute juga punya karier paling cemerlang saat berseragam Sevilla. Keduanya ikut serta dalam kesuksesan yang Sevillistas ukir dalam kurun waktu 2006 sampai 2011.

Di posisi gelandang sayap kanan, ada Jesus Navas yang saat ini berseragam Manchester City. Lini belakang diisi bek tangguh sekaligus kapten tim, Javi Navarro. Dia ditemani bek Prancis Julien Escude yang disiplin menjaga pertahanan. Sementara Andres Palop berdiri di bawah mistar gawang. Bersama Sevilla, para pemain ini meraih karier tersukses sebagai pemain.

Ada dua pemain Sevilla yang menjuarai Piala Super Eropa 2006, tapi kini memperkuat Barcelona. Dani Alves yang mengisi posisi bek kanan Sevilla bahkan menjadi pemain terbaik di laga tersebut. Sementara Adriano juga masih menjadi gelandang sayap kiri tim yang bakal dia hadapi nanti malam.

Kejayaan Sevilla pada 2006 seolah menandai era baru klub ini. Setelah juara Piala UEFA 2005-06 dan Piala Super Eropa 2006, tujuh trofi bergengsi lainnya berdatangan (dua Copa Del Rey, satu Piala Super Spanyol, dan empat Europa League). Apa yang terjadi sembilan tahun silam di Monaco, bisakah diulangi Sevilla malam nanti?




(din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads