sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 12 Agu 2015 10:15 WIB

Sebuah 'Tamparan' Lain dari Sevilla untuk Barcelona

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Getty Images Sport/Chris Brunskill Getty Images Sport/Chris Brunskill
Tbilisi -

Meski meraih trofi Piala Super Eropa, Barcelona pulang dengan sebuah 'tamparan' dari Sevilla. Bukan kali pertama karena musim lalu mereka juga mendapatkan hal serupa.

Barca memenangi Piala Super Eropa setelah menang 5-4 atas Sevilla di Boris Paichadzis Erovnuli Stadioni, Rabu (12/8/2015) dinihari WIB tadi. Kedua tim sempat sama kuat 4-4 di waktu normal, sebelum kemudian Blaugrana memastikan kemenangan di babak tambahan melalui Pedro Rodriguez.

Tim besutan Luis Enrique sejatinya tampak akan memenangi laga dengan mudah, terlepas dari fakta mereka tertinggal lebih dahulu di menit ketiga saat dijebol Ever Banega. Setelah itu empat gol berturut-turut diciptakan oleh Lionel Messi di menit ke-7 dan 15, Rafinha pada menit ke-44, dan Luis Suarez saat menginjak menit ke-52.

Tapi Sevilla nyatanya tak menyerah begitu saja. Sebuah gol dari Jose Antonio Reyes di menit ke-57 memperkecil ketertinggalan, lalu diikuti gol penalti Kevin Gameiro di menit ke-72, hingga akhirnya menyamakan skor lewat pemain anyar, Yevhen Konoplyanka, pada menit ke-81.

Tiga gol berturut-turut itu niscaya jadi sebuah 'tamparan' untuk Barca. Hanya saja cerita indah di laga itu pada akhirnya tetap tak jadi milik Sevilla kendati sudah bangkit dengan luar biasa. Di babak tambahan tepatnya pada menit ke-115, Pedro menjebol gawang mereka dan itu adalah gol terakhir di laga tersebut.

Bagaimanapun, Sevilla telah mengingatkan Barca bahwa mereka memang jadi momok tersendiri. Kejadian nyaris serupa musim lalu terjadi di Liga Spanyol, saat keduanya berhadapan di Ramon Sanchez Pizjuan medio Maret lalu.

Saat itu Barca unggul 2-0 di babak pertama melalui Messi dan Neymar. Tapi mereka gagal menang setelah Banega dan Gameiro mencetak gol penyama di sisa waktu, 2-2 pun jadi hasil akhirnya. Satu-satunya perbedaan hanya karena di laga tersebut tak ada babak tambahan, sehingga tak perlu ada penentuan pemenang.

Hasil-hasil di dua pertemuan terakhir ini memberikan sebuah pelajaran untuk Barca. Sang pelatih, Luis Enrique, mengakui perlunya sebuah evaluasi terhadap timnya.

"Jelas ketika Anda sedang unggul 4-1 lawan Anda nothing to lose. Apa yang perlu kami lakukan adalah menganalisis apa yang terjadi setelah itu dan bagaimana mereka bisa kembali menghidupkan peluang di laga, lewat sebuah penalti dan sejumlah serangan di kedua sisi," kata Enrique di situs resmi UEFA.

"Itu terjadi. Sebelumnya kami unggul 2-0 di Sevilla (di liga musim lalu) dan mereka bangkit. Orang-orang berpikir Barca menang dengan otomatis, tapi itu bukan yang terjadi. Kami harus bangga dengan para pemain ini," tambahnya.

(raw/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed