Barca berhadapan dengan Sevilla di Boris Paichadzis Erovnuli Stadioni, Rabu (12/8/2015) dinihari WIB tadi. Keduanya adalah juara Eropa musim kemarin, Barca kampiun Liga Champions sedang Sevilla jawara Liga Europa.
Sama-sama datang dengan status juara, Blaugrana dalam posisi lebih diunggulkan ketimbang lawannya. Sebab musim kemarin Barca tampil impresif dengan memenangi tiga gelar mayor. Titel Liga Spanyol dan Copa del Rey adalah dua gelar lain selain Liga Champions yang mereka rengkuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi di Tbilisi dinihari tadi laga berjalan tak seperti perkiraan. Meski sempat unggul 4-1, Barca mendapatkan hantaman dengan kebobolan tiga gol berturut-turut hingga skor kembali sama kuat 4-4. Pemenang kemudian harus ditentukan lewat babak tambahan, di mana Pedro Rodriguez menjadi penentu untuk anak-anak Catalan.
"Orang-orang berpikir Barca menang dengan otomatis, tapi itu bukan yang terjadi. Kami harus bangga dengan para pemain ini," ujar Luis Enrique di situs resmi UEFA.
Secara statistik, Barca seperti biasa dominan dalam penguasaan bola dengan persentase 62%-38% seperti dilansir whoscored. Mereka juga lebih banyak melepaskan percobaan dengan 24 tembakan di mana 10 mengarah ke gawang, sementara Sevilla punya 17 upaya dengan enam tepat sasaran. Sekali lagi, keunggulan statistik tak serta merta menunjukkan laga berjalan mudah untuk Lionel Messi dan kawan-kawan.
"Sulit untuk memenangi trofi apapun dan laga ini menunjukkan itu. Laganya sungguh sulit bagi kami pada awalnya, kami memulai dengan tertinggal tapi menyusul menghadapi lawan yang sulit," kata Enrique.
"Laganya benar-benar berat. Kami sangat senang dengan trofinya, untuk diri kami, para pemain, dan suporter. Sevilla bereaksi dengan sangat baik. Kami sekarang harus memikirkan soal Piala Super Spanyol," demikian dia.
(raw/nds)











































