Ronaldo di 2009, Rooney di 2013, dan Memphis di 2015

Ronaldo di 2009, Rooney di 2013, dan Memphis di 2015

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 19 Agu 2015 10:31 WIB
Ronaldo di 2009, Rooney di 2013, dan Memphis di 2015
Action Images via Reuters / Jason Cairnduff Livepic
Manchester - Memphis Depay baru saja membuat dua gol dan satu assist dalam kemenangan Manchester United atas Club Brugge dengan skor 3-1 dalam partai leg pertama play-off Liga Champions. Hal serupa pernah dilakukan Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo untuk MU.

Dalam pertandingan di Old Trafford, MU tertinggal lebih dulu lewat gol bunuh diri Michael Carrick di menit ke-8. Keunggulan Club Brugge itu cuma bertahan beberapa menit karena di menit ke-13 Memphis dengan apik mampu menjaga bola sebelum mengirimnya ke dalam gawang tim tamu guna menyamakan kedudukan. Itu sekaligus menjadi gol perdananya di laga kompetitif untuk The Red Devils.

Dua menit sebelum turun minum, pemain internasional Belanda berusia 21 tahun tersebut bikin gol lagi. Kembali beraksi dari sisi kiri, atau kanan dari arah gawang, kali ini tendangan kerasnya meluncur ke tiang jauh dan membuat MU berbalik memimpin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontribusi Memphis di laga itu belum tuntas. Setelah membuat dua gol Memphis juga melengkapinya dengan sebuah assist lewat kiriman bola dari sayap kiri ke arah Marouane Fellaini yang menanduknya di depan gawang pada menit injury time.

Dalam catatan BBC, tiga pemain terakhir yang mampu membuat dua gol dan satu assist untuk MU di sebuah partai kompetisi Eropa adalah Ronaldo (2009), Rooney (2013), dan sekarang Memphis (2015)--sebuah catatan yang bisa menghadirkan ekspektasi besar akan aksi Memphis di masa depan. Catatan lain dari BBC menyatakan bahwa 30 gol klub Memphis sejak awal dari musim lalu lahir dari luar kotak penalti, menandakan topskorer Eredivisie untuk PSV Eindhoven musim lalu tersebut punya naluri ofensif nan tinggi dari lini kedua.

Dua gol dan satu assist dari Memphis dalam laga kali ini sendiri tidak lepas dari fakta bahwa ia bermain di posisi kesukaannya, sayap kiri, setelah sempat diplot sebagai pemain nomor 10 yang bersiaga tepat di belakang Wayne Rooney dalam formasi 4-2-3-1. Memphis telah digeser ke posisi sayap kiri dalam dua pertandingan terakhir MU.

Dalam catatan Opta yang dikutip BBC, di pertandingan lawan Club Brugge ini Memphis menyentuh bola sampai 77 kali di lapangan lawan dan delapan kali di kotak penalti lawan. Jumlah ini lebih banyak daripada pemain lain.

Dari posisinya di sayap kiri, Memphis pun otomatis jadi lebih sering berkolaborasi dan berkombinasi dengan Luke Shaw yang menjadi bek kiri The Red Devils. Shaw menyebut mulai klop dengan Memphis di sektor kiri.
Β 
"Tentu saja hari ini aku ikut senang buatnya. Ia sudah bekerja keras dalam latihan; ia telah berusaha amat keras untuk mengukir gol pertamanya. Sekarang ia sudah melakukannya, semoga ia akan terus mencetak banyak gol," ucap Shaw di Soccerway.

"Aku pikir hubungan kami mulai berkembang, kami telah memainkan pertandingan bersama-sama dan aku mulai paham bagaimana ia ingin bermain. Asyik main bersamanya, ia bisa melewati lawan dan ia juga suka serangan dukungan dariku, yang merupakan juga aku sukai," lanjutnya.

Akan tetapi, seperti ungkapan "tak ada gading yang tak retak" penampilan Memphis lawan Club Brugge pun bukannya tanpa cela. Pemain yang di MU menggunakan nomor punggung 7 tersebut membuang peluang hat-trick--dan mestinya bisa merangkai trigol andai lebih jitu menuntaskan sodoran bola dari Rooney. Memphis pun tahu, makanya usai laga ia pun mengaku tetap saja merasa kecewa.

(krs/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads