Club Brugge disebut-sebut memiliki suporter terbaik di Belgia. Mereka tidak akan berhenti bernyanyi dan menyalakan flare sepanjang laga. Atmosfer seperti itulah yang menanti Manchester United pada leg II play-off Liga Champions.
Pada pertemuan di leg I yang berlangsung di Stadion Old Trafford pekan lalu, United sukses menundukkan Brugge 3-1. Kendati demikian, United sempat tertinggal 0-1 lebih dulu akibat gol bunuh diri Michael Carrick. Gol bunuh diri itu sempat membuat pendukung Brugge, yang ditempatkan di tribun penonton tandang di sudut tribun timur, bersorak gembira.
Ada cerita menarik terkait suporter tandang Brugge hari itu. Tribun pendukung tandang di Old Trafford tidaklah luas. Seperti sudah dikatakan sebelumnya, tribun tersebut terletak di sudut tribun timur. Jika Anda berdiri di Sir Alex Ferguson Stand, yang terletak di sebelah utara, tribun itu terlihat di sebelah kiri jauh. Tak heran, jika Anda memperhatikan tiap ada tim tandang mencetak gol di Old Trafford, mereka akan berlari ke sudut timur, dekat dengan bendera sepak pojok.
Dengan ditempatkan di sudut terpencil itu, dan sudah pasti kalah jumlah, para suporter Brugge hari itu tetap berisik. Nyanyian yang mereka kumandangkan bahkan terdengar sama nyaringnya dengan nyanyian pendukung tuan rumah. Ini berlangsung dari awal sampai akhir pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan atmosfer demikian, tidak heran jika para pendukung Club Brugge dinobatkan sebagai "Suporter Terbaik di Belgia 2015" menurut sebuah survei. Atmosfer yang riuh seperti itu pun punya potensi untuk menjerikan lawan.
Cerita lainnya, sebelum laga perdana di Old Trafford, para pendukung Brugge rela mengantre hingga menginap di kantor pemesanan tiket klub. Biasanya, 1.500 tiket yang dialokasikan untuk menonton laga tandang sudah diborong oleh para pemegang tiket musiman. Namun, Brugge masih menyisakan beberapa lagi untuk dijual.
Kala itu, tiket untuk laga tandang ke Old Trafford mulai dijual pada pukul 10 pagi hari Kamis. Namun, para pendukung Brugge sudah mengantre sejak pukul 8 pagi sehari sebelumnya. Itu berarti, mereka mengantre selama 26 jam penuh(!).
Panjangnya antrean membuat pihak klub sampai harus mengeluarkan pengumuman. Lewat akun Twitter resmi klub, @ClubBrugge, mereka menyebutkan bahwa antrean di luar kantor penjualan tiket sudah melebihi kuota tiket yang akan dijual.
Namun, gilanya hasrat pendukung Brugge mendukung tim kesayangan mereka tidak hanya menyajikan sisi positif. Dalam laporan Manchester Evening News, sekelompok suporter Brugge sempat terlibat keributan dengan polisi sebelum pertandingan di Old Trafford. Hasilnya, 4 orang ditangkap dengan 2 di antaranya ditangkap lantaran melakukan penyerangan.
Jan Breydel Stadium, yang merupakan kandang Brugge, punya kapasitas 29.472 tempat duduk --jauh lebih kecil dari Old Trafford yang bisa menampung 75.000 suporter. Dengan stadion yang lebih kecil, bisa dibayangkan kebisingan seperti apa yang menunggu Wayne Rooney dkk.
(roz/din)










































