Seberapa besar peluang klub yang menjadi unggulan dan masuk Pot 1 meraih hasil bagus? Adakah status unggulan memengaruhi kans mereka jadi juara?
Mulai musim ini UEFA melakukan perubahan dalam penentuan klub yang masuk daftar unggulan Liga Champions. Jika sebelumnya klub-klub yang masuk Pot 1 adalah delapan tim dengan koefisien paling tinggi (berdasar prestasi mereka dalam beberapa musim terakhir), maka mulai tahun ini status unggulan jadi milik juara bertahan dan tim-tim juara liga domestik pada posisi 7 besar ranking koefisien UEFA.
Sementara untuk penentuan penghuni Pot dua sampai empat masih menggunakan sistem yang sama: berdasarkan koefisien klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut statistik klub-klub yang berlaga di fase grup Liga Champions berdasarkan keberadaan mereka di daftar unggulan sejak musim 1999/2000, sebagaimana dikutip dari situs resmi UEFA:
Hasil di Fase Grup
Pot 1
- Sebanyak 72 tim berhasil menjadi pemuncak grup (56%)
- Sebanyak 38 tim lolos dengan status runner up (30%)
- Sebanyak 9 tim menuntaskan fase grup di posisi tiga (7%)
- Sebanyak 9 tim menjadi juru kunci grup (7)
Pot 2
- Sebanyak 32 tim berhasil menjadi pemuncak grup (25%)
- Sebanyak 50 tim lolos dengan status runner up (39%)
- Sebanyak 26 tim menuntaskan fase grup di posisi tiga (20%)
- Sebanyak 20 tim menjadi juru kunci grup (16%)
Pot 3
- Sebanyak 15 tim berhasil menjadi pemuncak grup (12%)
- Sebanyak 24 tim lolos dengan status runner up (19%)
- Sebanyak 49 tim menuntaskan fase grup di posisi tiga (38%)
- Sebanyak 40 tim menjadi juru kunci grup (31%)
Pot 4
- Sebanyak 9 tim berhasil menjadi pemuncak grup (7%)
- Sebanyak 16 tim lolos dengan status runner up (13%)
- Sebanyak 44 tim menuntaskan fase grup di posisi tiga (34%)
- Sebanyak 59 tim menjadi juru kunci grup (46%)
Tahun-tahun Terbaik
Pot 1
Pada musim 2002/03 tujuh dari delapan klub asal Pot 1 menjadi juara di masing-masing grup. Sedangkan sejak musim 2005/06 sampai 2008/09, dan di 2010/11, seluruh delapan klub asal Pot 1 lolos ke fase knock out.
Pot 2
Pada musim 2004/05 ada lima tim dari Pot 2 menjadi pemuncak grup. Sedangkan di 2006/07 seluruh klub yang berasal dari Pot 2 lolos ke fase knock out, sebagaimana juga terjadi pada klub-klub di Pot 1.
Pot 3
Di Musim 1999/2000, ada tiga klub dari Pot 3 yang jadi juara grup. Tahun lalu juga mencatat rekor karena ada enam klub dari Pot 3 lolos ke fase selanjutnya.
Pot 4
Di musim 2000/01 dan 2001/02, yang terulang lagi pada 2012/13, dua klub dari Pot 4 menjadi pemuncak klasemen. Sementara 2001/02 mencatatkan rekor dengan ada empat klub asal Pot 4 yang lolos ke 16 besar.
Tahun-tahun Terburuk
Pot 1
Di musim 1999/2000 ada tiga musim dari Pot 1 yang gagal lolos. Sementara pada 2000/2001 ada dua tim yang menyudahi fase grup sebagai juru kunci.
Pot 2
Pada musim 2012/2013, lima klub dari Pot 2 gagal lolos ke knock out. Sementara dalam lima musim terakhir, ada dua klub asal Pot 2 yang jadi juru kunci.
Pot 3
Pada musim 2006/2007 seluruh delapan tim dari Pot 3 terhenti langkahnya di fase grup.
Pot 4
Musim 2013/2014 adalah kali keempat di mana tidak satupun klub asal Pot 4 lolos ke fase gugur.
Fenomena-fenomena
- Musim lalu Benfica jadi juru kunci di fase grup meski mereka sebelumnya ada di Pot 1. Klub terakhir yang mengalami nasib serupa adalah Manchester United pada 2005/2006.
- Musim lalu, klub-klub di Grup A, B, F dan G finis dengan urutan yang sama sesuai Pot. Sementara Grup C justru berkebalikan: Benfica yang datang dari Pot 1 jadi juru kunci, Zenit yang datang dari Pot 2 finis di urutan tiga, Bayer Leverkusen yang datang dari Pot 3 jadi runner up, dan Monaco yang berasal dari Pot 4 justru jadi juara grup.
Final
- Dari 16 pemenang terakhir Liga Champions, 12 di antaranya datang dari Pot 1. Pengecualian terjadi pada AC Milan (2003/2004, Pot 3), FC Porto Porto (2003/04, Pot 2), Liverpool (2004/05, Pot 2) dan Internazionale Milano (2009/10, Pot 2). Dua di antara klub-klub tersebut dilatih Jose Mourinho, yang justru selalu gagal jadi juara saat klubnya masuk di Pot 1.
- Dari 16 runner up terakhir, sembilan di antaranya datang dari Pot 1. Pengecualian terjadi pada Valencia (1999/2000, Pot 3), Bayer Leverkusen (2001/02, Pot 3), Monaco (2003/04, Pot 4), Milan (2004/05, Pot 2), Borussia Dortmund (2012/13, Pot 4), AtlΓ©tico Madrid (2013/14, Pot 2) dan Juventus (2014/15, Pot 2).
- Tujuh final (2000/01, 2005/06 sampai 2008/09 dan 2010/11 sampai 2011/12) mempertemukan dua tim dari Pot 1. Sementara final 2003/04 dan 2004/05 sama sekali tak memunculkan tim dari Pot 1.
(din/mfi)











































