Dari Grup A, Zlatan Ibrahimovich akan menjalani pertandingan emosional dengan klub yang mengembangkan bakatnya, Malmo FF. Malmo menjadi klub pertama buat Ibrahimovich sebagai pesepakbola profesional dalam periode 1999-2001. Lewat akun twitternya, Ibrahimovich mengakui memang memimpikan bisa bersua klub juara Liga Swedia.
"Dia akan disambut dengan cara seperti yang selalu diterimanya saat pulang ke rumah, selayaknya raja dari Malmo,' kata asisten pelatih Malmo, Olof Persson di situs resmi UEFA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, ada juga pemain MU yang bertemu kembali dengan klub lamanya. Memphis Depay, yang baru datang ke Old Trafford dari PSV Eindhoven pada Mei, bakal menghadapi rekan-rekannya di Die Rood-witten. Depay bakal melawat ke Philips Stadium di laga perdana pada 15 September.
"Baiklah PSV, kita akan saling berhadapan segera," kicau Memphis di akun Twitter miliknya.
Pada Grup D, Fernando Llorente mestinya bakal merasa kikuk saat mendengar hasil pengundian fase grup Liga Champions. Pasalnya, baru empat jam dia diresmikan sebagai pemain Sevilla, dia mengetahui bakal melawan tim yang baru melepasnya, Juventus. Selain Llorente, Ciro Immobile juga bakal bereuni dengan La Vecchia Signora.
Gelandang AS Roma, Seydou Keita pun bakal bertanding melawan klub lamanya, Barcelona. Keita pada bulan ini sudah melawan Lionel Messi, cs. di ajang Joan Gamper Trophy. Ketika itu, dia mendapat sambutan hangat dari publik Camp Nou.
Tidak hanya pemain, ada pula pelatih yang bakal menantang klub yang pernah ditukangi. Jose Mourinho bakal kembali ke pinggir lapangan Stadion Do Dragao untuk memberi instruksi kepada pemainnya. Namun, dia bukan melakukan pekerjaan itu untuk FC Porto, seperti yang dia lakukan dalam kurun waktu 2002-2004. Ya, Chelsea arahan Mourinho bakal bersua Porto di fase grup.
Pada periode pertama Mourinho membesut Chelsea, dia sudah empat kali melawan tim yang dia bawa juara Liga Champions 2003-04 itu. Setahun melatih The Blues, dia langsung menghadapi Porto di Grup H Liga Champions 2004-05. Chelsea menang 3-1 dan sempat kalah 1-2 dari klub Portugal. Kemudian Chelsea asuhan Mourinho kembali meladeni Porto di babak 16 besar Liga Champions 2006-07. Didier Drogba, dkk. ketika itu menggulingkan Porto dengan agregat 3-2.
(din/roz)











































