Shakhtar Donetsk akan melakoni laga pembuka yang sulit dengan menyambangi markas favorit juara, Real Madrid. Meski demikian, Shakhtar tidak ingin pulang dengan tangan hampa.
Pertarungan Shakhtar dengan Madrid kan digelar di Santiago Bernabeu, Rabu (16/9/2015) dinihari WIB. Ini adalah pertemuan pertama kedua klub, tapi El Real memiliki statistik oke dalam delapan duelnya dengan klub-klub Ukraina: tiga kali menang, empat kali seri, dan hanya sekali kalah.
Madrid juga perkasa di kandang sendiri. Cristiano Ronaldo dkk. cuma sekali kalah dalam 19 laganya kandangnya di Liga Champions. Satu-satunya kekalahan itu diderita saat ditekuk Schalke 3-4 pada babak perempatfinal musim lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan statistik demikian, Madrid jelas di atas angin saat menjamu Shakhtar. Akan tetapi, Shakhtar memiliki misi tersendiri untuk diselesaikan.
"Real Madrid adalah sebuah klub super dengan organisasi level teratas. Memang tidak ideal untuk memulai kompetisi ini melawan tim seperti mereka, dan Madrid dan Paris St. Germain diuntungkan karena memulai di kandang sendiri," ucap pelatih Shakhtar Mircea Lucescu.
"Rafael Benitez (pelatih Madrid) adalah seorang pelatih hebat dan punya sistem taktik untuk membangun permainan yang bagus," sambung dia di FourFourTwo.
"Tapi kami ingin memperlihatkan level yang sangat tinggi dan membuktikan kepada orang-orang bahwa kami adalah tim terbaik di Eropa Timur. Tim kami kuat dan saya mempercayai para pemain saya. Kami ingin disegani."
(rin/cas)











































