Di musim 2003/2004, Porto bahkan tak pernah menang dalam dua laga awal penyisihan grup. Dragoes menuai hasil imbang 1-1 saat berhadapan dengan Partizan Belgrade, lalu takluk 1-3 dari Real Madrid.
Usai itu, Porto lalu bisa terus melaju dengan mulus. Hingga babak final, mereka memetik enam kali kemenangan dan lima kali hasil imbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mister Chip mencatat bahwa Porto menjadi tim pertama yang menjadi juara setelah mencatatkan hasil imbang 1-1 di matchday I. Prestasi inilah yang kemudian memperkenalkan sosok Jose Mourinho sebagai The Special One.
Senasib dengan Porto, Los Cules memulai Liga Champions musim ini dengan hasil imbang 1-1 saat melawat ke markas AS Roma.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Olimpico, Kamis (17/9/2015) dinihari WIB, Barca unggul lebih dulu berkat gol yang dicetak oleh Luis Suarez di menit 21. Kemenangan Barca itu akhirnya sirna setelah Alessandro Florenzi mencetak gol spektakuler di menit 31.
Di sisi lain, Porto sendiri juga memulai Liga Champions musim ini dengan hasil imbang 2-2 saat melawat ke markas Dynamo Kiev.
Dengan musim Liga Champions yang baru saja di mulai, akan ada banyak kemungkinan mengenai klub mana yang akan menjadi juara. Bisa jadi Barca yang akan menyamai torehan Porto, untuk mencatatkan diri menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar juara. Bisa juga Porto yang akan mengulang prestasi di musim 2003/2004.
(cas/fem)











































