I Lupi yang 'Hobi' Lengah di Tengah Laga

I Lupi yang 'Hobi' Lengah di Tengah Laga

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 05 Nov 2015 08:39 WIB
I Lupi yang Hobi Lengah di Tengah Laga
(Reuters/Max Rossi)
Roma - Ada tren negatif yang mengiringi kemenangan AS Roma atas Bayer Leverkusen. Giallorossi masih kerap kehilangan konsentrasi di tengah-tengah pertandingan sehingga menyulitkan dirinya sendiri.

Roma memang meraih kemenangan 3-2 atas Bayer Leverkusen di matchday 4 Liga Champions, Kamis (5/11/2015) dinihari WIB. Tambahan tiga poin dari laga itu membawa Roma naik ke peringkat kedua klasemen Grup E dengan lima poin serta menjaga asa mereka untuk lolos ke babak 16 besar.

Namun kemenangan tersebut didapat dengan susah payah. Tampil dominan dan unggul 2-0 di babak pertama, Roma kemudian justru lengah di paruh kedua. Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Leverkusen untuk mencetak dua gol cepat dan membuat kedudukan jadi sama kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenangan Roma baru dipastikan di menit ke-81 lewat titik putih. Miralem Pjanic mengeksekusi tendangan penalti yang diberikan wasit menyusul pelanggaran terhadap Mohamed Salah.

Bukan kali ini saja Roma membuang keunggulannya. Di pertemuan pertama melawan Leverkusen dua pekan lalu, Roma juga mengalami hal yang sama.

Dalam pertandingan di BayArena itu, Roma yang tertinggal dua gol lebih dulu kemudian bisa membalikkan keadaan dan memimpin 4-2 hingga memasuki 10 menit akhir. Tapi keunggulan tersebut buyar hanya dalam tempo dua menit. Kevin Kampl dan Admir Mehmedi mencetak gol di menit ke-84 dan 86 untuk memaksakan hasil imbang 4-4.

Meski yang kali ini berakhir dengan kemenangan, Edin Dzeko tetap memperingatkan timnya. Roma disebutnya tak boleh lagi mengulang kesalahan seperti ini.

"Ini tidak boleh terus terjadi," ucap Dzeko kepada Mediaset Premium seperti dikutip Football Italia.

"Kami tidak boleh terus 'menghilang' di lima menit pertama babak kedua di laga-laga besar seperti ini. Kami harus memperbaiki aspek ini, baik dalam bertahan maupun mental secara keseluruhan," lanjut striker yang mencetak satu gol ke gawang Leverkusen itu.

Hal senada juga diserukan oleh Radja Nainggolan. Kendati kemenangan berhasil diamankan, dia menilai Roma seharusnya lebih khawatir ketimbang puas dengan performa tim secara keseluruhan.

"Kesalahan besar kami adalah kami meninggalkan ruang ganti untuk babak kedua dengan sangat lamban dan ini menghukum kami. Mereka mengejar kami, tapi kami bekerja keras untuk membangun kemenangan yang layak," ucap Nainggolan.

"Kami tidak seharusnya puas dengan reaksi kami, tapi khawatir karena kami membiarkan mereka menyamakan kedudukan. Tidak mungkin kami terus-terusan ditahan dengan cara seperti ini," lanjutnya.

"Kami pikir kami memenangi laga dan meremehkan reaksi mereka. Bayer tampil sangat baik dan menempatkan kami di situasi di mana kami juga harus melawan. Kami mencari kemenangan dan pantas mendapatkannya, tapi kami harus memperbaiki cara kami mengontrol pertandingan," katanya.

(nds/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads