Arsene Wenger sudah meminta Arsenal untuk menekan habis Bayern Munich jika ingin meraih kemenangan. Tapi, realitanya di lapangan berbeda jauh dan The Gunners pun harus pulang dengan kepala tertunduk.
Melawat ke Allianz Arena, Kamis (5/11/2015) dinihari WIB, Arsenal butuh kemenangan untuk memperbesar peluang lolos ke babak 16 besar. Sebab tim London Utara itu masih tertahan di posisi terbawa Grup F dengan tiga poin dari tiga laga.
Tak ada kata lain selain menyerang habis-habisan jika Arsenal memang ingin mengalahkan Bayern, sama seperti saat mereka menang 2-0 di Emirates Stadium dua pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, performa Arsenal menurun drastis di kandang Bayern dan mereka malah tidak bisa lepas dari tekanan lawannya itu sepanjang 90 menit. 'Tim Gudang Peluru' kesulitan meladeni permainan Bayern dan harus kalah telak 1-5.
Dianulirnya gol Mesut Oezil yang sempat menyamakan skor jadi 1-1 pun kian menjatuhkan moral para pemain.
"Mereka mencetak gol terlalu cepat dan mereka lantas menemukan ritme permainannya sehingga terlalu sulit untuk kami bangkit," ujar bek Arsenal, Per Mertesacker, kepada BT Sport.
"Setelah kami menyamakan kedudukan, tapi saya dengar itu terjadi handball," sambungnya.
"Harusnya itu bisa membangkitkan rasa percaya diri kami. Benar-benar mengecewakan."
"Mereka luar biasa dalam hal duel satu lawan satu. Di kandang kami lebih punya keberanian untuk memainkan bola."
"Mereka tampil brilian dan kami harus akui itu, kami harus menganalisa secepatnya. Tapi, kami sangat kecewa dengan hasil laga ini," tutupnya.
(mrp/krs)











































