Arsenal akan menjamu Dinamo Zagreb di matchday 5 tengah pekan ini, Rabu (25/11/2015) dinihari WIB untuk menjaga peluang lolos dari fase grup dan kemudian melawat ke markas Olympiakos pada matchday terakhir bulan depan.
Untuk bisa lolos, Arsenal bukan cuma harus bisa memenangi dua pertandingan tersebut melainkan juga menggantungkan asa pada partai lain antara Bayern Munich dan Olympiakos tengah pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru mengoleksi 3 poin sampai dengan matchday 5, satu-satunya angka yang bisa diraih Arsenal adalah lewat kemenangan 2-0 saat menjamu Bayern di matchday 3--tim pertama yang mengalahkan Bayern di Bundesliga, Liga Champions, dan DFB Pokal musim ini.
Robert Pires, mantan pemain andalan Arsenal periode 2000β2006, menyebut bekas timnya itu memang lebih cocok menghadapi tim-tim macam Bayern dan sebaliknya kerepotan menghadapi tim macam Dinamo Zagreb dan Olympiakos.
"Pertama-tama, ini sederhana dan kita punya bukti, bahwa ketika melawan Zagreb, misalnya, Anda harus selalu menyerang. Terkadang sampai lupa bertahan. Secara umum dalam konteks ini, Anda jadi sasaran serangan balik--hal itu benar-benar terjadi. Dan dengan level di Liga Champions, bahkan lawan Zagreb atau Olympiakos, itu menempatkan Anda dalam situasi rumit," kata Pires kepada Omnisport yang dilansir Soccerway.
"Di sisi lain, ketika harus menghadapi tim yang selevel, sebuah tim yang amat mirip dengan tim Anda, sekalipun misalnya Bayern lebih baik daripada Arsenal, atau secara garis besar tim yang menyerang dan memberi Anda peluang, maka Anda jadi punya ruang. Dan untuk tim seperti Arsenal, itu hal bagus. Ini terjadi (lawan Bayern) di Emirates Stadium. Dan itulah mengapa Arsenal menjadi satu-satunya yang mengalahkan Bayern Munich."
"Jadi untuk menyimpulkan, Arsenal main lebih baik menghadapi tim-tim seperti Bayern Munich daripada tim-tim seperti Olympiakos, yang tampil defensif, dan tidak memberi ruang dan akan menghantam lewat serangan balik," bebernya.
(krs/mfi)










































