Paris St. Germain dan Chelsea menuju pertarungan ketiga mereka berturut-turut. Kapten PSG Thiago Silva tidak ragu timnya akan melewati lawannya itu karena sudah lebih baik daripada musim lalu.
Pada perempatfinal 2013-14, Chelsea menyingkirkan PSG dalam aggregat 3-3 dengan keunggulan gol tandang. Semusim berikutnya, Les Parisiens berhasil balas dendam dengan mendepak tim London Barat itu juga dengan keunggulan gol tandang setelah berimbang aggregat 3-3.
Silva menjadi aktor utama PSG saat mengalahkan Chelsea di babak 16 Besar musim lalu. Bermain di leg kedua yang digelar di Stamford Bridge, sundulan Silva di babak tambahan waktu bersarang di gawang Chelsea untuk mengubah skor menjadi 2-2 sekaligus lolos ke putaran berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSG juga memimpin liga domestik dengan unggul 24 poin dari tim terkdekatnya AS Monaco, maju ke final Coupe de la Lique dan lolos ke perempatfinal Coupe de France. Sementara, Chelsea cukup kebalikannya.
Chelsea terpuruk di peringkat ke-12 klasemen Premier League, terdepak di babak keempat Piala Liga Inggris, tapi masih bertahan di Piala FA dengan memijak babak kelima.
"Ini adalah undian yang luar biasa karena kupikir kami sudah memahami Chelsea dengan cukup baik," kata Silva kepada Telegraph. "Mereka punya banyak pemain Brasil, tidak jauh dari Paris, dan sudah ada rivalitas."
"Rivalitas? ya, ini adalah pertemuan ketiga kami dalam tiga tahun. Kami kalah di pertemuan yang pertama lalu menang di pertemuan kedua dan sekarang yang ketiga. Jadi kupikir Anda bisa membicarakan tentang rivalitas di antara kami," lugas bek Brasil itu.
"Ku pikir sekarang kami jauh lebih baik daripada tahun lalu," cetus Silva sembari memperingatkan Chelsea.
(rin/krs)











































