Beberapa waktu lalu Roma terjebak dalam periode tak menyenangkan. Mereka sempat melaju 10 laga dengan hanya satu kemenangan, dengan menelan tiga kekalahan.
Hasil itu lantas membuat Rudi Garcia dipecat dan digantikan oleh Luciano Spalletti. Bersama Spalletti, awalnya juga tak langsung bagus. Di dua pertandingan pertama, Giallorossi cuma mampu memetik hasil imbang dan kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi ini memberikan Roma keyakinan lebih besar menyambut laga melawan Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Pada leg I di Olimpico, Kamis (18/2/2016) dinihari WIB nanti, mereka percaya kans untuk menang terbuka meski laga diyakini bakal sulit.
"Perubahan pelatih telah mengubah mentalitas kami. Ketika ada perubahan, itu pasti terjadi karena berbagai hal berjalan buruk dan oleh karena itu harus berubah," kata gelandang Roma Seydou Keita kepada Roma Radio.
"Aspek mental dan kepercayaan telah berubah. Dan segala sesuatunya sedang berjalan baik pada saat ini dengan empat kemenangan beruntun."
"Tim ini berkembang sedikit demi sedikit, tapi kami ada di jalan yang benar. Ini adalah periode positif untuk klub, tim, dan penggemar. Ketika sebuah tim sedang memenangi laga-laganya, itulah hal terpentingnya dalam sepakbola," tandas eks Barcelona ini seperti dikutip Football Italia.
Roma dan Madrid sejauh ini sudah bertemu di delapan laga kompetitif. Roma menang tiga kali, dua di antaranya di pertemuan terakhir, sementara Madrid menang empat kali.
(raw/nds)











































