Roma dan Madrid terakhir kali berhadapan di laga kompetitif adalah di babak 16 besar Liga Champions musim 2007/2008. Kala itu anak-anak Italia sukses memberikan kejutan dengan menang agregat 4-2, dengan kemenangan 2-1 di kandang dan tandang.
Mengejutkan karena saat itu Roma sedang mengalami krisis dan skuat yang dipunyai Luciano Spalletti terbilang apa adanya. Dibandingkan dengan Madrid-nya Bernd Schuster, jelas ada perbedaan kualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Madrid punya sosok-sosok yang saat itu punya nama besar. Antara lain Iker Casillas, Michel Salgado, Sergio Ramos, Fabio Cannavaro, Raul Gonzalez, Fernando Gago, Arjen Robben, dan Ruud van Nistelrooy.
Berbekal pengalaman itu, Roma musim ini bertekad kembali memberikan kejutan. Apalagi mereka kembali ditukangi Spalletti, meski baru kurang lebih sebulan menangani tim usai menggantikan Rudi Garcia.
Secara komposisi skuat, Madrid kembali lebih diunggulkan. Los Blancos punya pemain-pemain top di dunia seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Karim Benzema, James Rodriguez, Toni Kroos dan sejumlah nama lainnya.
Spalletti pun mengakui jika berhasil mengulangi catatan sebelumnya, akan jadi kejutan untuk publik yang lebih besar dari timnya.
"Mengalahkan Real Madrid di 2008 adalah sebuah kejutan dan mengalahkan mereka di tahun ini akan jadi kejutan yang lebih besar lagi. Kami senang mengejutkan orang-orang. Para penggemar perlu kejutan semacam ini," kata Spalletti dikutip Football Italia.
"Kami ada di trek yang tepat dan pada para pemain saya, saya melihat kesempatan untuk melakukan lompatan. Saya pribadi tidak akan terkejut kalau Roma bertarung sampai menit ke-95 dan berakhir lolos ke babak berikutnya."
"Di Liga Champions, tidak ada lagi laga-laga yang mana hasilnya bisa dipastikan," demikian pria 56 tahun ini. (raw/nds)











































