Si Gaek Shovkovskiy Pengawal Gawang Kiev

Jelang Kiev vs City

Si Gaek Shovkovskiy Pengawal Gawang Kiev

Doni Wahyudi - Sepakbola
Selasa, 23 Feb 2016 17:56 WIB
Si Gaek Shovkovskiy Pengawal Gawang Kiev
JACK GUEZ / AFP
Jakarta - Raheem Sterling baru berusia lima tahun saat Oleksandr Shovkovskiy mengantar Dynamo Kyiv ke semifinal Liga Champions 1998/99. Besok malam keduanya akan berhadapan di NSC Olimpiyskiy Stadium.

Oleksandr Shovkovskiy saat ini berusia 41 tahun. Dia masih jauh untuk menjadi pesepakbola tertua di Liga Champions, yang rekornya masih dipegang kiper Marco Ballotta yakni di usia 43 tahun dan 253 hari.

Tapi perjalanan karier Shovkovskiy tetap menarik untuk diikuti. Dia sudah bergabung dengan Kiev sejak berusia delapan tahun. Bersama Andriy Shevchenko dia ikut mengantar Kiev menjadi kuda hitam Eropa saat mengalahkan Real Madrid dan menembus semifinal Liga Champions musim 1998/1999.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah 17 tahun berlalu, Shovkovskiy masih memakai seragam yang sama dan berdiri di antara tiang gawang yang sama. Zaman berubah, tapi Shovkovskiy tidak.

"Tak diragukan lagi, kecepatan permainan banyak bertambah dibanding saat sata pertama tampil di Liga Champions pada tahun 1994. Peran seorang kiper sudah berubah banyak. Sekarang kiper adalah salah satu dari 11 pemain yang membantu dalam bertahan dan menyerang. Tidak ada lagi yang sama. Taktik, formasi, permainan antarlini, peran pemain di masing-masing posisi - semuanya berkembang dan menjadi lebih baik. Semua karena kompetisi seperti Liga Champions dan Liga Europa," ucap Shovkovskiy dalam wawancaranya dengan UEFA.com.

Fase knock out Liga Champions musim 2015/2016 adalah yang pertama diikuti Shovkovskiy (dan juga Kiev) dalam 15 tahun terakhir. Kiev tak pernah lagi lolos dari fase grup sejak tersingkir di fase grup kedua musim 1999/2000.

"Beberapa pertandingan akan dikenang. Penampilan terbaik kami adalah di musim 1998/99 saat kami masuk semifinal, mengalahkan Real Madrid (di perempatfinal). Itu adalah tim yang banyak dapat sanjungan dan ambisi-ambisi pribadi tidak jadi prioritas. Kami tahu apa yang kami inginkan dan kami tahu bagaimana kami harus bekerja. Ada kesepahaman yang luar biasa dalam tim, hampir seperti intuisi," kenangnya.

Kiev pada awalnya tidak diunggulkan bisa lolos dari fase grup musim ini karena mereka tergabung dengan Chelsea dan FC Porto yang lebih dijagokan. Namun dalam perjalanannya Kiev berhasil menemani The Blues melangkah ke fase knock out.

Di babak 16 besar menunggu Manchester City untuk ditaklukkan. Skuat mentereng yang dipunya The Citizens membuat Kiev dianggap kecil peluangnya untuk bisa melangkah ke fase selanjutnya.

"Di babak 16 besar kami berhadapan dengan klub kuat, Manchester City – sebuah tim yang diisi bintang-bintang dunia. Tapi mereka juga punya kesulitan dan masalahnya sendiri, mereka punya pendekatan mereka sendiri terhadap laga ini. Staff kepelatihan akan memberi kami analisa lengkap permainan mereka (City). Sisanya akan tergantung kami dan sebaik apa kami mempraktikkan apa yang sudah kami latih."

"Perasaan saya mengatakan kami akan bisa mengimbangi City dan melangkah lebih jauh," tuntasnya.





(din/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads