Arturo Vidal pernah menjadi sosok penting buat Juventus. Oleh karenanya, sekalipun ia kembali sebagai lawan, ia tetap mendapatkan sambutan hangat.
Empat musim Vidal membela Juventus. Sedari awal ia tiba, pada awal musim 2011/2012, ia sudah menjadi bagian penting dari skuat Bianconeri. Pada musim pertamanya, ia bermain sebanyak 33 kali di Serie A dan membantu Juventus menjadi juara liga.
Kedatangan Paul Pogba pada musim berikutnya membuat kerja Vidal (dan juga Juventus) menjadi lebih mudah. Bersama Pogba, Vidal menjadi generator lini tengah The Old Lady. Keduanya tidak hanya bagus dalam menciptakan peluang atau membantu serangan, tetapi juga oke dalam melakukan antisipasi dan menjaga posisi, membuat lini belakang menjadi lebih terlindungi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya dalam hitungan bulan, ia pun kembali berjumpa dengan Juventus. Rabu (24/2/2016) dini hari WIB, Vidal bersama Bayern berkunjung ke Juventus Stadium untuk menghadapi si empunya stadion. Itu jadi pertama kalinya Vidal bertanding melawan Juventus.
[Baca Juga: Injak Rumput Juventus Stadium sebagai Lawan, Vidal Merasa Aneh]
Tapi, tidak ada perasaan sakit hati dari penggawa Juventus. Kiper sekaligus kapten Juventus, Gianluigi Buffon, mengatakan bahwa Vidal hanya menjadi lawan selama pertandingan berlangsung.
"Begitu wasit meniup peluit akhir, kami akan jadi teman lagi," ucap Buffon di situs resmi UEFA.
Vidal sendiri tidak bermain setengah hati. Timnya saat ini adalah Bayern, bukan Juventus. Kendati pernah punya masa-masa menyenangkan bersama Juventus, ia tak ragu-ragu menggempur mantan timnya tersebut.
Baru empat menit pertandingan berjalan, Vidal mendapatkan peluang emas. Ia melepaskan sebuah sepakan terarah, yang kemudian diblok oleh Buffon.
Secara keseluruhan, Vidal --yang pada dini hari tadi dimainkan sebagai gelandang bertahan-- melepaskan 1 shot on target sepanjang pertandingan, melepaskan 1 operan kunci (operan yang berbuah jadi peluang), 3 kali memenangi duel udara, dan punya akurasi operan sebesar 95.6%. Situs statistik WhoScored memberinya nilai 7,53 --hanya kalah dari Arjen Robben (8,59) yang jadi penampil terbaik dari kubu Bayern pada laga tersebut.
Tentu, Vidal merasa aneh menjadi lawan Juventus. Namun, kata dia, hidup terus berjalan. Ia juga butuh perubahan dan tantangan baru.
"Sebenarnya berat meninggalkan Juventus, tapi akhirnya beginilah kenyataannya. Saya punya masa-masa menyenangkan di sini, tapi waktu terus berjalan," kata Vidal.
Setelah peluit panjang berbunyi, dan laga berakhir dengan kedudukan 2-2, Buffon membuktikan ucapannya. Ia pergi menemui Vidal dan bertukar sapa, seraya memeluk gelandang asal Chile itu dengan kedua lengannya.
(roz/krs)











































