Ibra sudah memenangi berbagai gelar domestik, mulai dari Belanda, Italia, Spanyol, hingga Prancis, tapi semua dinilai belum lengkap tanpa kehadiran medali juara Liga Champions. Ibra memang pernah menjuarai Piala Super UEFA bersama Barcelona, namun Liga Champions jelas dianggap lebih bergengsi.
Saat ini, bersama Paris Saint-Germain, Ibra sudah menapak di babak perempatfinal Liga Champions. Masih ada dua tahapan lagi yang harus dilaluinya sebelum menjadi juara. Namun, sebelum melangkah ke tahapan berikutnya pun, ia dan PSG masih harus melewati hadangan Manchester City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan kami selalu ingin melaju sejauh mungkin, tapi sampai saat ini kami belum pernah melangkah lebih jauh lagi. Begitu juga musim ini, kami ingin melaju sejauh mungkin," ujar Ibra dalam wawancaranya dengan situs resmi UEFA.
"Liga Champions memang seperti ini. Anda tidak akan pernah benar-benar tahu apa yang akan terjadi. Anda pasti selalu mengerahkan kemampuan terbaik di sini, tapi apa yang akan terjadi selanjutnya sulit untuk diprediksi."
Kejutan memang kerap terjadi di Liga Champions. Misalnya, pada pekan lalu, ketika Real Madrid --yang dinilai sebagai salah satu kandidat juara musim ini-- dikalahkan VfL Wolfsburg 0-2.
"Anda boleh berharap, tapi Anda juga harus berusaha sebaik mungkin dalam pertandingan dua leg. Kami sendiri lebih berpengalaman musim ini. Kami adalah tim yang lebih baik musim ini," kata Ibra.
(roz/mrp)











































