Di Parc des Princes pekan lalu, PSG sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Kevin de Bruyne, sebelum blunder dari Fernando Reges membuat Zlatan Ibrahimovic membuat gol penyama kedudukan. PSG kemudian berbalik unggul lewat tendangan jarak dekat Adrien Rabiot, namun gol dari Fernandinho membatalkan keunggulan itu.
Dari dua gol yang diciptakan City, kelemahan PSG terlihat. Gol pertama City bermula dari mudahnya pemain PSG kehilangan di lini tengah, yang lantas dilanjutkan pemain-pemain The Citizens dengan sebuah serangan balik cepat. Banyaknya ruang di lini belakang PSG membuat bola mengalir dengan lancar ke sisi kanan, di mana De Bruyne berdiri dan mendapatkan ruang tembak yang cukup luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca Juga: City Memaksakan Hasil Imbang Berkat Garis Pertahanan Rendah]
"Kami mempelajari beberapa kesalahan yang kami buat di leg pertama, terutama dalam bertahan: kami tidak terlalu rapat," ujar Blanc di situs resmi UEFA.
"Ada terlalu banyak ruang untuk Manchester City. Tapi, dengan banyaknya pemain mereka yang maju ke depan, mereka memang bisa membuat Anda kesulitan."
Rabu (13/4/2016) dini hari WIB, gantian PSG yang akan menjadi tamu. Paham bahwa timnya berada di posisi yang sulit, Blanc pun menginginkan para pemainnya untuk tidak membuang peluang.
Di leg pertama, selain memenangi penguasaan bola hingga 67%, PSG juga membuat 16 percobaan untuk mencetak gol, tapi hanya 5 di antaranya yang mengarah tepat sasaran. Salah satu peluang terbaik PSG, yakni via tendangan penalti Zlatan Ibrahimovic, mentah di tangan kiper City, Joe Hart.
"Kami bisa saja menempatkan diri pada posisi yang bagus. Kalau melihat peluang yang kami ciptakan, saya pikir kami punya cukup banyak kesempatan --ada penalti kami yang gagal juga waktu itu," kata Blanc.
(roz/din)











































