City memastikan diri lolos ke semifinal setelah menyingkirkan Paris Saint-Germain di perempatfinal. The Citizens lolos dengan skor agregat 3-2.
Setelah menahan imbang PSG 2-2 di Paris, City menang 1-0 pada pertemuan kedua yang digelar di Etihad Stadium, Rabu (13/4/2016) dinihari WIB. Gol semata wayang City dicetak oleh Kevin De Bruyne di babak kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertandingan melawan PSG di Etihad, City kalah penguasaan bola 38-62%. Akan tetapi, tim tuan rumah mampu menciptakan lebih banyak peluang.
Dari 11 percobaan mencetak gol yang dibuat City, cuma satu yang tepat sasaran, yaitu pada gol De Bruyne. Sementara PSG yang banyak menguasai bola hanya membuat enam percobaan mencetak gol dan lima yang mengarah ke gawang.
City sebenarnya punya peluang emas untuk unggul pada babak pertama. Namun, eksekusi penalti Sergio Aguero melebar dari sasaran.
"Saya sangat memercayai tim saya. Kegagalan penalti dari Sergio Aguero bukanlah momen terbaik. Sekali lagi, tim ini menunjukkan karakter dan kepribadian sebuah tim besar," kata Pellegrini.
Sejak ditunjuk sebagai manajer City pada 2013 lalu, Pellegrini selalu berhasil mengantarkan City lolos dari fase grup Liga Champions. Namun, pada dua musim sebelumnya, mereka selalu dihentikan Barcelona di babak 16 besar.
"Saya tak pernah memahami kritik yang kami terima. Kami mengalahkan Bayern Munich pada musim pertama saya dan kalah dari Barcelona di babak 16 besar. Pada musim kedua, kami tidak bermain bagus, tapi mengalahkan Bayern Munich lagi dan Roma, lalu kalah dari Barca lagi. Musim ini kami menjuarai grup dan sekarang kami mengalahkan PSG," tutur Pellegrini.
"Saya benar-benar tak memahami kritik itu atau mereka tak memahami bahwa Barcelona punya pemain-pemain yang lebih baik," katanya.
(mfi/rin)











































