Guardiola disorot lantaran selama tiga musim menukangi Bayern, ia gagal memberikan trofi Liga Champions. Laga leg II semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid, Rabu (4/5/2016) dini hari WIB, adalah pertandingan Liga Champions terakhirnya bersama Bayern.
Dari jauh-jauh hari, Guardiola sudah mengumumkan bahwa ia akan menangani Manchester City musim depan. Maka, ini adalah kesempatan terakhirnya memberikan trofi Liga Champions untuk Bayern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat Guardiola pernah menyebut bahwa berhasil atau tidaknya ia di Bayern bergantung pada trofi Liga Champions, kekalahan dari Atletico pun jadi sorotan besar buatnya. Namun, Guardiola membela diri.
[Baca Juga: Guardiola Sadar Suksesnya di Bayern Bergantung pada Juara Liga Champions]
"Saya sudah berusaha sebaik mungkin. Saya memberikan hidup saya untuk klub ini dari menit pertama sampai menit terakhir. Terserah kata orang," ujar Guardiola seusai pertandingan.
Bersama Bayern, Guardiola sudah menjuarai Bundesliga dua kali sejauh ini, plus satu trofi DFB-Pokal, satu trofi Piala Super UEFA, dan satu trofi Piala Dunia Antarklub. Ia masih (amat) mungkin menambah koleksi trofinya dengan satu trofi Bundesliga lagi dan satu trofi DFB-Pokal lagi.
(roz/cas)










































