Dalam pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (4/5/2016) dinihari WIB, Atletico mendapat tekanan tanpa henti dari Bayern. Dalam catatan ESPN FC, perbandingan penguasaan bola kedua tim mencapai 73:27 untuk keunggulan Bayern.
Sepanjang pertandingan, Bayern tercatat melepaskan 33 tembakan, 11 di antaranya mengarah ke gawang. Menurut catatan Opta, jumlah 33 tembakan adalah yang paling banyak yang dihadapi Atletico dalam satu pertandingan selama era Diego Simeone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atletico kembali tertinggal setelah Robert Lewandowski bikin gol di menit ke-74. Kendati kalah 1-2, Atletico tetap lolos berkat keunggulan gol tandang dalam agregat 2-2.
Torres mengakui tekanan yang terus dilancarkan Bayern membuat timnya menderita. Torres pun bangga Atletico bisa lolos dari 'kepungan' Bayern.
"Itu sangat intens. Ketika Anda bermain melawan tim seperti Bayern, Anda tidak bisa memainkan permainan yang Anda inginkan," ujar Torres usai pertandingan seperti dikutip situs resmi UEFA.
"Anda lihat kami tidak bisa menghentikan transisi mereka, mereka menciptakan banyak peluang dan kami sangat menderita," lanjut Torres.
"Di babak kedua, kami tampil beda, menekan mereka lebih tinggi, menyerang balik, dan kami mencetak gol. Pada akhirnya, ini seperti babak pertama tapi yang paling penting adalah kami ke final."
"Saya bangga kepada tim ini. Ini sangat pantas, kami sudah mengalahkan beberapa tim terbaik di Eropa untuk menuju ke final dan kami lebih dekat dengan mimpi kami," katanya.
(nds/rin)











































