Sevilla adalah juara Liga Europa dua musim terakhir, juga tim tersukses di ajang itu (mengikutsertakan ajang sebelumnya yakni Piala UEFA) dengan empat gelar juara.
Maka untuk klub Spanyol berjuluk Los Nervionenses itu final kali ini bukan cuma menghadirkan kesempatan untuk tiga kali beruntun juara, melainkan juga menegaskan dominasi di ajang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titel Liga Champions 2004-05, yang dilanjutkan pada kemenangan di Piala Super Eropa, adalah gelar Eropa terakhir yang dimenangi. The Reds, kampiun tiga kali Piala UEFA, niscaya ingin segera mengakhirinya.
Dalam perjalanan masing-masing tim menuju final di St. Jakob-Park, Basel, Kamis (19/5/2016) dinihari WIB, Sevilla dan Liverpool menjalani jalur berbeda.
Sevilla sebagai juara bertahan baru tampil di babak 32 besar setelah tersingkir dari Liga Champions. Molde menjadi lawan pertama yang dihadapi, dengan Sevilla melaju berkat kemenangan agregat 3-1 (3-0 dan 0-1).
Di babak 16 besar, Sevilla melawat ke stadion tempat final nanti untuk bermain imbang 0-0 lawan FC Basel. Kelolosan dari babak ini dipastikan di kandang sendiri berkat kemenangan 3-0.
Sevilla kemudian menjalani partai alot dengan sesama klub Spanyol, Athletic Bilbao, di perempatfinal. Sevilla butuh kemenangan adu penalti setelah kedua tim berimbang secara agregat 3-3 (1-2 dan 2-1). Tiket lolos lagi-lagi dipastikan di kandang sendiri.
[Getty Images/David Ramos] |
"Anda harus memiliki kemampuan dan mampu menjawab tantangan agar bisa melaju jauh di kompetisi ini," ujar Emery di UEFA.com.
[Denis Doyle/Getty Images] |
Sementara Liverpool lolos ke Liga Europa musim ini berkat posisi finis keenam di Premier League 2004-05, yang memastikan tiket ke fase grup. 'Si Merah' masuk Grup B bersama Sion, Rubin Kazan, dan Bordeaux.
Liverpool melewati fase itu sebagai juara grup berkat dua kemenangan dan empat hasil seri tanpa pernah kalah. Dalam perjalanan ini, Liverpool juga berpisah dengan Brendan Rodgers dan kedatangan Juergen Klopp sebagai manajer baru.
Di babak 32 besar Liverpool dihadapkan dengan Augsburg. Butuh satu gol di Anfield pada leg II untuk memastikan kelolosan dengan agregat 1-0. Di babak 16 besar ada sesama klub Inggris, Manchester United, yang bisa dilewati dengan agregat 3-1 (2-0 dan 1-1).
Laga sarat emosi kemudian dihadapi di perempatfinal saat berjumpa dengan Borussia Dortmund yang bekas klub Klopp. Liverpool melaju dengan agregat 5-4 setelah berimbang 1-1 di laga tandang dan menang 4-3 di Anfield.
[Carl Recine / Reuters] |
"Ketika saya datang ke sini, saya tidak menduga ini bisa terjadi karena saat itu jalan masih terasa amat panjang. Tapi saya suka turnamen ini," ucap Klopp di UEFA.com.
[Getty Images/Richard Heathcote] |
(krs/nds)












































[Getty Images/David Ramos]
[Denis Doyle/Getty Images]
[Carl Recine / Reuters]
[Getty Images/Richard Heathcote]