Menelusuri Jejak Sevilla dan Liverpool ke Final

Jelang Final Liga Europa

Menelusuri Jejak Sevilla dan Liverpool ke Final

Kris Fathoni W - Sepakbola
Selasa, 17 Mei 2016 10:32 WIB
Menelusuri Jejak Sevilla dan Liverpool ke Final
Foto: Harold Cunningham/Getty Images
Jakarta - Sevilla dan Liverpool akan beradu di final Liga Europa tengah pekan ini. Setelah menyingkirkan lawan demi lawan tangguh, masing-masing tim memiliki misi.

Sevilla adalah juara Liga Europa dua musim terakhir, juga tim tersukses di ajang itu (mengikutsertakan ajang sebelumnya yakni Piala UEFA) dengan empat gelar juara.

Maka untuk klub Spanyol berjuluk Los Nervionenses itu final kali ini bukan cuma menghadirkan kesempatan untuk tiga kali beruntun juara, melainkan juga menegaskan dominasi di ajang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Liverpool, di sisi lain, punya tekad untuk kembali menghentak di kancah Eropa. Itu tidak lepas dari fakta bahwa sudah cukup lama tak ada piala pentas antarklub Eropa yang bisa diraih.

Titel Liga Champions 2004-05, yang dilanjutkan pada kemenangan di Piala Super Eropa, adalah gelar Eropa terakhir yang dimenangi. The Reds, kampiun tiga kali Piala UEFA, niscaya ingin segera mengakhirinya.

Dalam perjalanan masing-masing tim menuju final di St. Jakob-Park, Basel, Kamis (19/5/2016) dinihari WIB, Sevilla dan Liverpool menjalani jalur berbeda.

Sevilla sebagai juara bertahan baru tampil di babak 32 besar setelah tersingkir dari Liga Champions. Molde menjadi lawan pertama yang dihadapi, dengan Sevilla melaju berkat kemenangan agregat 3-1 (3-0 dan 0-1).

Di babak 16 besar, Sevilla melawat ke stadion tempat final nanti untuk bermain imbang 0-0 lawan FC Basel. Kelolosan dari babak ini dipastikan di kandang sendiri berkat kemenangan 3-0.

Sevilla kemudian menjalani partai alot dengan sesama klub Spanyol, Athletic Bilbao, di perempatfinal. Sevilla butuh kemenangan adu penalti setelah kedua tim berimbang secara agregat 3-3 (1-2 dan 2-1). Tiket lolos lagi-lagi dipastikan di kandang sendiri.
[Getty Images/David Ramos]
Pada babak empat besar Sevilla kembali harus melawat lebih dulu ke markas lawan, yakni Shakhtar Donetsk, dengan hasil akhir 2-2. Pada leg kedua di kandang sendiri, tim Unai Emery itu kembali berjaya dengan kemenangan 3-1 dan lolos agregat 5-3.

"Anda harus memiliki kemampuan dan mampu menjawab tantangan agar bisa melaju jauh di kompetisi ini," ujar Emery di UEFA.com.
[Denis Doyle/Getty Images]
"Fakta bahwa ini final ketiga beruntun buat kami memperlihatkan seberapa kami sudah amat fokus dan ambisius di Liga Europa, untuk menjuarainya," tegasnya.

Sementara Liverpool lolos ke Liga Europa musim ini berkat posisi finis keenam di Premier League 2004-05, yang memastikan tiket ke fase grup. 'Si Merah' masuk Grup B bersama Sion, Rubin Kazan, dan Bordeaux.

Liverpool melewati fase itu sebagai juara grup berkat dua kemenangan dan empat hasil seri tanpa pernah kalah. Dalam perjalanan ini, Liverpool juga berpisah dengan Brendan Rodgers dan kedatangan Juergen Klopp sebagai manajer baru.

Di babak 32 besar Liverpool dihadapkan dengan Augsburg. Butuh satu gol di Anfield pada leg II untuk memastikan kelolosan dengan agregat 1-0. Di babak 16 besar ada sesama klub Inggris, Manchester United, yang bisa dilewati dengan agregat 3-1 (2-0 dan 1-1).

Laga sarat emosi kemudian dihadapi di perempatfinal saat berjumpa dengan Borussia Dortmund yang bekas klub Klopp. Liverpool melaju dengan agregat 5-4 setelah berimbang 1-1 di laga tandang dan menang 4-3 di Anfield.
[Carl Recine / Reuters]
Pada babak empat besar giliran klub Spanyol Villarreal yang mesti dilawan. Liverpool kalah 0-1 di leg I tapi kemudian membalas 3-0 pada leg II di kandang sendiri untuk memastikan tiket final dengan agregat 3-1.

"Ketika saya datang ke sini, saya tidak menduga ini bisa terjadi karena saat itu jalan masih terasa amat panjang. Tapi saya suka turnamen ini," ucap Klopp di UEFA.com.
[Getty Images/Richard Heathcote]
"Perjalanan Eropa ini amatlah mudah kami nikmati. Kami sudah memiliki malam-malam indah nan megah di Anfield dan tim saya telah memperlihatkan penampilan luar biasa. Saya cukup bangga dengan pemain karena perjalanan ini tidaklah mudah. Tak ada jalan yang mudah ke final," imbuhnya.



(krs/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads