Duel Madrid kontra Atletico akan digelar pada Minggu (29/5/2016) dinihari WIB. Itu akan menjadi final keempat Liga Champions/European Cup yang dilangsungkan di stadion yang berlokasi di Milan, Italia itu.
Sebuah fakta menarik terungkap. Dalam sepanjang sejarah menggelar laga final kompetisi antarklub paling elite tersebut, skor akhir pertandingan tidak pernah ditentukan oleh lebih dari satu gol. Demikian dilansir Opta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima tahun berselang, kota mode tersebut kembali menggelar partai penting itu antara Feynoord (Belanda) dan Celtic (Skotlandia). Feynoord akhirnya memenangi pertandingan 2-1 di babak perpanjangan waktu.
Celtic lebih dulu memimpin berkat gol Tommy Gemmel di menit 29 yang langsung dibalas Feyenoord lewat gol Rinus Israel dua menit kemudian. Skor seri 1-1 berlangsung sampai waktu normal habis sebelum Ove Kindvall muncul sebagai pahlawan Feyenood yang menciptakan gol kemenangan di menit 117.
Selang 30 tahun kemudian, San Siro kembali menjadi venue partai puncak Liga Champions di 2001. Ketika itu Bayern Munich mengalahkan Valencia lewat adu penalti 5-4 setelah berimbang 1-1 sampai extra time.
Gaizka Mendieta membawa Valencia unggul cepat berkat gol penalti di menit ketiga. Bayern baru bisa menyamakan skor juga lewat penalti yang dieksekusi Stefan Effenberg di awal babak kedua.
Ketatnya skor dalam laga final di San Siro'mendukung' ketatnya Madrid dengan Atletico akhir-akhir ini. Dalam empat pertemuan terakhir, pertandingan Madrid kontra Atletico hanya menghasilkan empat gol saja dan satu kemenangan yang didapat masing-masing tim berakhir 1-0.
(rin/krs)











































