Para pemain Atletico tentu masih ingat ketika dua tahun lalu di Estadio Da Luz, Lisbon, trofi 'Si Kuping Besar' sudah ada di genggaman tangan mereka sebelum gol Sergio Ramos di menit ke-93 membatalkan keunggulan lewat gol Diego Godin.
Alhasil laga pun lanjut ke babak extra time dan Madrid yang kembali "hidup" tampil trengginas dan memenangi laga final tersebut dengan skor 4-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua tahun setelah kegagalan di Lisbon tersebut, Atletico kembali menjejaki laga final yang kali ini dihelat di San Siro, Minggu (29/5/2016) dinihari WIB, dengan Madrid lagi jadi lawan mereka.
Nuansa balas dendam jelas terasa begitu wasit Mark Clattenburg meniup pluit kickoff. Meski demikian, bukan itu misi Atletico karena satu-satunya yang ingin Los Colchoneros lakukan adalah mengalahkan Madrid dan menjadi juara di sana.
"Ini kesempatan baru, hebat, luar biasa. Kami tak memikirkan soal balas dendam karena tidak ada yang bisa memutar kembali waktu dan membawa lagi kami ke final Lisbon," ujar gelandang Atletico Koke kepada La Gazzetta dello Sport seperti dikutip Soccerway.
"Kami ingin membuat sebuah sejarah dengan memenangi Liga Champions pertama untuk klub ini," sambungnya.
"Statistik ada untuk dipecahkan dan diubah. Misi kami adalah pulang dengan trofi di tangan," tutupnya.
(mrp/krs)











































