Atletico akan kembali bertarung dengan rival sekotanya, Madrid, di final Liga Champions yang digelar di San Siro, Milan, akhir pekan ini. Los Rojiblancos akan mencoba balas dendam atas kekalahan menyakitkan dari Madrid 1-4 di Lisbon dalam final 2014.
Pada pertandingan itu, Atletico sempat memimpin 1-0 yang bertahan sampai penghujung laga sebelum disamakan Madrid di detik-detik terakhir. Madrid akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mencetak tiga gol tambahan di babak perpanjangan waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memainkan dua final dalam tiga tahun. Itu sulit dilakukan," ucap Cerezo kepada Marca, yang diwartakan Football Espana."Kami punya sebuah tim yang hebat dan seorang pelatih yang menakjubkan."
"Menurut saya Atletico jauh lebih kuat, lebih siap, lebih lebih siap secara mental. Ditambah lagi, persahabatan dan kekompakan mereka, akan menghasilkan sebuah momen olahraga yang indah. Ini adalah pertandingan yang berbeda, hidup selalu berlanjut. Kalau Anda tidak optimistis Anda tidak bisa melanjutkannya."
Meskipun mendominasi Madrid dalam 12 pertemuan terakhir, kekalahan-kekalahan Atletico dari rivalnya itu justru diderita di kompetisi Eropa. Sebuah tantangan besar pun dihadapi Atletico.
"Pertandingan nanti akan sangat rumit, karena dalam 90 menit Anda butuh keberuntungan dan main bagus. Saya sih tidak ingin mengubah lawan. Semua sudah terjadi, Madrid memang punya 10 Piala Eropa, yang terbanyak tapi itu justru melecut kami," cetus Cerezo.
"Di dalam sepakbola, tidak boleh ada rasa takut dan rasa segan," imbuh dia. (rin/raw)











































