Zidane belum lama memegang jabatan pelatih kepala Madrid. Pria berkebangsaan Prancis itu dipromosikan ke posisi tersebut setelah Madrid memecat Rafael Benitez pada 4 Januari 2016. Sebelumnya, dia cuma punya pengalaman sebagai asisten pelatih di era Carlo Ancelotti dan menangani Real Madrid Castilla.
Namun, di tangan Zidane, Madrid jauh membaik. Los Merengues mampu memepet Barcelona hingga pekan terakhir La Liga meski pada akhirnya harus puas menjadi runner-up.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika Anda memenangi sesuatu sebesar Liga Champions, itu sangat berarti -- untuk para pemain dan para staf teknis," ucap Zidane seperti dilansir situs resmi UEFA.
"Saya memimpikan ini. Ketika presiden memberi saya kesempatan ini, dengan para pemain ini ... ketika Anda memiliki pemain-pemain sekaliber mereka, dengan talenta mereka, Anda bisa mencapai sesuatu yang besar seperti yang kami raih malam ini," tambahnya.
Zidane kini sudah pernah merasakan gelar juara Liga Champions dalam tiga peran berbeda. Dia pernah merasakannya sebagai pemain (2001/2002), asisten pelatih (2013/2014), dan sekarang pelatih kepala. Ketiganya bersama Madrid.
"Carlo Ancelotti pernah bilang ke saya: 'Kalau kamu punya kesempatan untuk menjadi juara sebagai pelatih kepala, kamu akan tahu bahwa rasanya tidak seperti memenangi Liga Champions sebagai seorang pemain'. Ini sangat spesial. Saya sangat, sangat senang memenangi Liga Champions sebagai pemain, asisten pelatih, dan sekarang pelatih kepala," ujar Zidane.
"Saya senang karena saya sudah menjadi bagian dari klub hebat ini dalam waktu yang lama. Pertama-tama sebagai pemain, lalu asisten pelatih, dan sekarang sebagai pelatih kepala. Saya sangat bangga berada di dalam keluarga besar ini," katanya.
(mfi/roz)











































